Assalamualaikum mas, maaf saking semangatnya sampai lupa namanya.
   
Saya tertarik diskusi lewat email ini setelah baca buku anda yang berjudul Modal Dengkul Untung Sebakul…
Sebelumnya saya mengira buku itu sama kaya buku yang lain, paling teori doank, cuma cari kesempatan bikin buku serupa, dll…tapi setelah saya baca, wow…bener2 menginspirasi saya dan membangkitkan semangat dan cita2 saya sejak dulu..sangat mudah di cerna dan aplikatif.

oiya perkenalkan dulu nama saya Fathony, mahasiswa arsitektur semester 8 Universitas Negeri di Surakarta. Saya lumayan berprestasi di dunia arsitektur, dua kali sayembara selalu masuk 3 besar tingkat nasional. tetapi ada keinginan lain yang saya pendam sejak dulu.

Saya mencintai dunia arsitektur dan menjadikannya bagian dari kepribadian saya, bukan sekedar sebagai mata pencarian di kemudian hari. Terus terang, sehebat apapun saya jadi arsitek, saya tetap ingin jadi wirausahawan di kemudian hari yang ga harus melulu berkaitan dengan arsitektur. Menurut saya, wirausaha itu menyenangkan, seperti permainan. Kalo menang kita untung besar, kalo kalah kita rugi dan bisa memulai "permainan" lagi.

    yang ingin saya tanyakan, bisnis apa yang cocok bagi saya dengan keadaan2 sebagai berikut:

    1. Saya sangat hoby memancing
    2. suka menulis
    3. banyak temen
    4. rumah saya di desa
    5. komputer rusak
    6. suka bicara
    7. sekarang hanya ada uang bebas 100ribu doank.
    8. ada motor
    9. saya aktif di parpol tingkat DPC

Fathony

Jawaban

Mas Fathony….
 
Apapun pendidikan Anda saat ini. Pada intinya setelah lulus kuliah nanti Anda dituntut untuk bisa memiliki penghasilan sendiri. Artinya nantinya Anda sudah tidak lagi bisa mengharapkan subsidi dan bantuan "dana hidup" darimanapun termasuk dari orang tua Anda. Oleh karena itu, saat inilah saatnya Anda untuk merintis penciptaan "mesin-mesin uang"  bagi diri Anda. Jika 2 atau 3 tahun lagi Anda ingin memiliki penghasilan sebesar 3 hingga 10 juta per bulan, maka sekaranglah saatnya Anda merintis untuk menuju ke penghasilan yang Anda harapkan tersebut. Jadi jangan menunggu Anda lulus kuliah dan kemudian 2-3 tahun lagi Anda baru memulai usaha Anda menciptakan "mesin uang". Yah, saran saya mulailah dari yang bisa Anda lakukan, mulailah dari yang ada dan mulai saat ini juga.
 
kalau memang dunia arsitektur sangat Anda "cintai" kenapa Anda tidak berkiprah saja dibidang itu. Ada beberapa jalur yang bisa Anda pilih, yaitu bekerja (sebagai karyawan) di sebuah perusahaan di bidang arsitektur, atau Anda bisa menjadi arsitektur profesional yang  mandiri (tanpa bekerja di perusahaan arsitektur orang lain) dan pilihan terakhir yang sangat saya sarankan adalah anda memiliki usaha sendiri dibidang arsitektur. Untuk memulainya Anda tidak perlu menyewa sebuah ruko yang dilengkapi dengan AC yang "dingin", Anda tidak perlu menggaji puluhan karyawan untuk membantu Anda dan Anda juga tidak perlu memberi berbagai peralatan usaha. Yang perlu Anda lakukan saat ini (dalam masa perintisan awal) adalah mencari kenalan arsitek-arsitek senior yang sudah sukses dibidangnya. Cobalah cari  kenalan seorang arsitek sukses di kota Anda. Kemudian tawarkan diri Anda (dengan berbagai kemampuan yang Anda miliki) untuk bergabung dengannya dalam status magang atau status apapun yang bisa membuat Anda diterima disana. Jika perlu jangan dulu mengharapkan gaji. Dalam rangka "belajar" berkorban saja dengan bekerja tanpa digaji. Yang penting Anda bisa masuk dalam lingkungan usaha dan profesi seorang arsitek yang sukses. Paling-paling Anda hanya butuh modal buat menelpon atau membeli majalah-majalah arsitektur. Cari profil arsitek sukses dan berusahalah untuk berkenalan dengannya. Jika melihat profil Anda yang punya motor, suka bicara, suka ber-organisasi dan banyak teman saya yakin Anda dengan mudah bisa mendapatkan profil berikut kontak person arsitek top di kota Anda.
 
Kenapa saya sarankan Anda bergabung pada arsitek top?. Yah, karena jika kita ingin sukses, maka kita harus bergaul dengan orang-orang sukses. Agar paradigma, pola pikir dan sikap mental kita bisa seperti mereka. dan itu membutuhkan kebiasaan, Dan kebiasaan bisa dibangun dengan terjun langsung bergaul bersama mereka. Dengan bergaul bersama mereka, Anda bisa mempelajari bagaimana ia mencari teman, bagaimana ia menciptakan penghasilan, bagaimana ia bekerja profesional, bagaimana ia menjalani hidup sehari-hari, bagaimana ia berdisiplin waktu dan bekerja keras. Itu semua akan sangat  bermanfaat bagi Anda.
 
Setelah Anda bergaul dan belajar dari mereka yang sudah sukses, Anda harus segera mencoba untuk mandiri (tidak terjebak pada keinginan untuk terus menerus ikut orang lain). Mulailah mendirikan sebuah perusahaan dalam bentuk perorangan, firma atau CV. Langsung saja tetapkan diri Anda sebagai Direktur di perusahaan Anda sendiri dan sebarkan kartu nama Anda kepada orang lain. Anda tidak perlu minder walaupun perusahaan Anda masih kecil dan diperusahaan tersebut baru Anda sendiri yang bekerja sebagai Direktur merangkap karyawan. Nah, strategi selanjutnya  adalah Anda dekati para pengusaha yang memulai bisnisnya dari NOL dan saat ini memiliki kantor yang cukup representatif. Perkenalkan diri Anda dan kemampuan Anda kepada mereka. Dan terus teraslah Anda memiliki konsep bisnis dan kemampuan dibidang arsitektur namun memiliki kendala tidak memiliki tempat usaha. Mintalah agar perusahaan Anda bisa menjadi salah satu anak perusahaan dari pengusaha sukses tersebut. Dan untuk itu Anda bersedia memberikan bagi hasil yang layak kepada perusahaan induk. Saya yakin jika Anda terbuka dan yang Anda hubungi adalah pengusaha sukses yang memulai bisnisnya dari NOL mereka akan sangat mendukung dan membantu Anda. Salah satunya adalah dengan memberikan ijin kepada Anda untuk menggunakan "nama besar" perusahaannya untuk menaungi perusahaan Anda yang masih kecil. jadi dalam hal ini Anda akan mendapatkan keuntungan: 1. nama perusahaan Anda yang masih kecil akan terangkat dengan nama besar perusahaan yang dimiliki pengusaha sukses tersebut, 2. diri Anda akan terangkat karena Anda kenal baik dengan pengusaha besar tersebut, 3. Anda bisa menggunakan alamat perusahaan besar itu sebagai alamat perusahaan Anda, dengan demikian tanpa harus menyewa puluhan juta per bulan, Anda sudah bisa memiliki sebuah kantor yang representatif dan bergengsi.
 
Menurut saya itu saja dulu yang harus Anda jalankan. Setelah yang saya sampaikan Anda jalankan kita bisa diskusi lagi untuk langkah-langkah selanjutnya yang lebih kreatif dan inovatif. Selamat mencoba dan semoga sukses. Dan tak lupa saya ucapkan terimakasih atas apresiasinya yang positif atas buku "Modal Dengkul Untung Sebakul" 

Ariyanto MB