Assalamualaikum.

Salam kenal. mau konsultasi nih pak !

Tahun depan saya akan lulus pesantren yang setara dengan tingkat SMA. Rencananya saya mau menunda kuliah saya satu tahun setelah kelulusan,dengan berbagai alasan dan pertimbangan diantaranya adalah berbisnis untuk biaya kuliah dalam arti;saya ingin sedikit mandiri dan tidak membebani orang tua saya. inspirasi ini saya dapatkan setelah saya membaca buku-buku bapak diantaranya yang berjudul: "MODAL DENGKUL UNTUNG SEBAKUL". Adapun rencana bisnis saya adalah membuka bisnis makanan ringan sejenis sale pisang, kripik dll, yang akan didistribusikan ke warung-warung. Yang akan saya konsultasikan adalah :

Assalamualaikum.

Salam kenal. mau konsultasi nih pak !

Tahun depan saya akan lulus pesantren yang setara dengan tingkat SMA. Rencananya saya mau menunda kuliah saya satu tahun setelah kelulusan,dengan berbagai alasan dan pertimbangan diantaranya adalah berbisnis untuk biaya kuliah dalam arti;saya ingin sedikit mandiri dan tidak membebani orang tua saya. inspirasi ini saya dapatkan setelah saya membaca buku-buku bapak diantaranya yang berjudul: "MODAL DENGKUL UNTUNG SEBAKUL". Adapun rencana bisnis saya adalah membuka bisnis makanan ringan sejenis sale pisang, kripik dll, yang akan didistribusikan ke warung-warung. Yang akan saya konsultasikan adalah :

1.Apa bentuk promosi yang cocok dan tepat ?
2. Bagaimanakah cara pemasaran/pendistribusian yang lebih efektif dibandingkan dengan yang akan saya
    lakukan yaitu pada warung2 saja ?
3. Pihak manakah yang harus saya hubungi untuk mendesain kemasan yang menerik(bungkus plastik disertai
    gambar dan logo produk) ?
4. Dapatkah usaha saya difranchisekan dan bagaimana metodenya?

Terima Kasih, Mohon Bantuanya,
Assalamualaikum.

Seiva

– – – – – –

Salam kenal kembali Seiva….

Senang sekali saya dengar niat anda untuk membuka usaha mandiri setelah lulus dari pesantren nanti. Salut juga dengan keinginannya untuk mandiri, membiayai kuliah tanpa membebani orang tua. Alangkah majunya negeri ini jika banyak anak-anak muda yang memiliki pemikiran seperti Seiva…., terus kuatkan niat itu ya. Karena semua hal diawali dengan niatnya.

Sehubungan dengan rencana Seiva untuk membuka usaha makanan ringan, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan:

1. Apa bentuk promosi yang cocok dan tepat ? Untuk tahap awal. Seiva titip-titip aja makanan itu ke warung-warung kecil. dan lihat responnya. apakah produk itu diminati pasar. Dari beberapa jenis  atau item produk, amati mana yang paling laku dan mana yang paling nggak laku. Nah, jika udah ketahuan, saran saya produksilah hanya yang laku saja. Misalnya dari 10 jenis makanan, ternyata hanya ada 2 jenis yang "laris manis", maka konsentrasilah memproduksi yang dua itu saja walaupun dalam hati kita ingin memproduksi banyak item. Saran saya bikinlah yang diminati pasar, bukan membikin yang kita inginkan. Jika produk anda banyak diminati konsumen, maka secara langsung mereka akan mempromosikan produk anda dari "mulut kemulut" dan ini cara promosi yang paling effentif. Kuncinya adalah terus menjaga dan meningkatkan kualitas. Jangan sampai pembeli kecewa dengan produk anda.

2.Bagaimanakah cara pemasaran/pendistrisbusian yang lebih efektif. Jika langkah pertama sudah berhasil dijalankan, maka langkah selanjutnya adalah memperluas pasar. Caranya dengan mulai menawarkan produk anda ke pasar yang lebih besar. Misalnya ke minimarket. Nah, jika sudah mulai go public, Seiva harus mulai fokus mengurus usaha itu. Seivga harus memastikan dan meningkatkan  "kapasitas produksi" nya. Juga mulai memikirkan pembuatan kemasan yang menarik perhatian pembeli. Karena jika sebelumnya hanya menitipkan produk kewarung-warung kecil (mungkin tanpa merek), mulai sekarang harus dipikirkan adanya merek dan desain kemasan yang bisa menarik perhatian orang atau pembeli. Seiva bisa mencoba memasukan produk ke jaringan mini market yang saat ini mulai menjamur di Indonesia seperti Indo Mart, Alfa Mart, dan lainnya. Setelah semua lancar dan Seiva terbiasa dengan pola pembayarannya, mulailah meningkatkan distribusi ke supermarket atau bahkan hypermarket yang ada dikota-kota besar. menurut saya, jalankan saja secara bertahap, mulai dari warung-warung tradisional, mini market, supermarket hingga ke hypermarket. kenapa saya sarankan untuk bertahap?. Yah, karena sistem kerja masing-masing tingkatan berbeda-beda. Jika di warung kecil, anda bisa langsung nitip barang dan kemudian seminggu kemudian bisa menagih uangnya secara langsung dari penjual. Nah, ketika anda masuk ke supermarket, tidak semudah itu untuk bisa mendapatkan uang hasil penjualan, ada prosedur-prosedur khusus yang harus dilalui dan membutuhkan waktu lebih lama untuk memperoleh uang hasil penjualan.

3.Pihak manakah yang harus saya hubungi untuk mendesain kemasan yang menarik (bungkus plastik disertai gambar dan logo produk) ?. Jika tidak memiliki budget anggaran yang besar, Anda bisa minta tolong untuk pembuatan logo atau desain ke orang-orang yang biasa jaga di rental komputer. Carilah orang yang menguasai aplikasi Photoshop, Corell Draw. Atau anda juga bisa minta tolong teman atau mahasiswa yang kuliah dibidang desain grafis dengan biaya pertemanan. Ini adalah cara yang lebih murah.

4. Dapatkah usaha saya difranchisekan dan bagaimana metodenya?. Bisa saja di franchise kan. Tapi saran saya ga usah terburu-buru, kuatkan dulu management usaha anda. Patenkan dulu merek produk-produk anda dan lengkapi dengan legalitas usaha. Kalau anda terburu-buru menerapkan sistem franchise sementara management usaha kita masih belum mapan. Ini malah akan bisa jadi bumerang. Dan akan banyak mitra yang dikecewakan. Oleh karena itu jalankan dulu dengan pola bisa. Setidaknya 1-2 tahun, sambil memperbaiki segala kekurangan dan kesalah. Nah, jika memang sudah yakin usaha tersebut menguntungkan dan memenuhi syarat untuk di franchise kan. Silakan saja itu dilakukan.

Semoga jawaban saya cukup memadai. Salam Optimis !!!

Ariyanto M.B.