April 26, 2010

Pertanyaan:

Sore pak Ariyanto,

Pak sebulan gaji saya 2,5 juta hidup saya masih numpang dengan kakak saya yg sudah berkeluarga dan anak 2 itu pun masih ngontrak. Saya masih membiayai 2 adik saya yg masih sekolah, sebentar lagi mereka harus kuliah. Sementara kantor saya sedang pailit, saya mau buka usaha sebab mengandalkan gaji saja untuk kedepan tidak mungkin, adik saya punya
cita-cita yang besar dan mereka sangat pintar.

Bagaimana ya Pak mengelola uang 2 juta itu, sedangkan saya naksir tempat usaha yang disewakan dekat dengan rumah kk saya, perbulan sewanya 1 jt ukuran 2 x 3 m, kira-kira usaha
apa yang cocok, karena tempat tersebut sudah ada tempat cukur rambut, salon wanita, apotik, mini market, sate madura, warteg 24 jam, pecel lele, nasi goreng, warung nasi, pulsa, sembako dan pengetikan. Saya bisa pinjam meja kursi bekas rumah makan kakak saya 1 atau 2. Kira-kira saya jualan apa ya pak.

Jawaban:

Sore juga Lisa.

Saya dukung 100% rencana Anda untuk membuka usaha, tapi menurut saya, Anda juga harus cermat memilih jenis usahanya. Sayangnya disini Anda tidak menyebutkan gambaran detail lokasi usaha yang anda maksudkan. Namun saya bisa menyarankan anda untuk memulai usaha dari yang kecil saja. Manfaatkan dahulu sarana yang ada. Misalnya dengan memulai usaha dari depan rumah kontrakan kakak anda. Karena menurut saya  biaya sewa 1 juta per-bulan untuk sebuah tempat berukuran 2 x 3 m termasuk sangat mahal. Dan jika Anda berniat menyisihkan uang gaji anda yang sekitar 2 juta itu, saya sarankan anda hanya menggunakan 1/4 nya saja untuk merintis usaha, karena:

1. anda masih membutuhkan uang untuk hidup,
2. anda masih harus membiayai pendidikan adik-adik anda
3. Mungkin anda juga masih butuh dana untuk orang tua anda.  

Jadi menurut saya, jika uang yang anda miliki sekitar 2 juta per-bulan, maka mulai saja usaha anda dengan Rp 500.000. Dari uang Rp 500.000 itu pecah lagi 50% sebagai modal usaha dan 50% sebagai dana cadangan. Jadi total modal usaha dan modal kerja anda yang saya sarankan hanya Rp 250.000 saja.

Mungkin anda tertawa, "yang benar aja Mas Ari…masak uang Rp.250.000 bisa sebagai modal usaha…."….kalau itu yang anda tanyakan justru saya yang akan tertawa "……jangankan Rp 250.000, saya memulai usaha server pulsa elektronik dulu hanya dengan modal Rp 50.000". Ceritanya waktu itu (sekitar 6 bulan yang lalu) saya mengantar adik beli handphone di sebuah pusat perbelanjaan. Saat adik saya memilih-milih handphone saya tertarik dengan salah satu counter "menerima pendaftaran pulsa elektronik…modal hanya Rp 50.000". Akhirnya tanpa pikir panjang saya samperin itu counter dan saya gabung.

Uang untuk gabung itupun saya pinjam dulu dari adik saya (uang pengembalian pembayaran handphone).  Alhamdullilah 6 bulan kemudian uang Rp 50.000 itu kini bisa menghasilkan perputaran uang sekitar 5 juta per hari. Jadi menurut saya yang paling penting adalah niat dan kemauannya. Jadi kalau ada istilah "dimana ada kemauan, disitu pasti akan ada jalan" itu benar adanya. Nah, jika sekarang Lisa ingin berbisnis. tidak perlu banyak berpikir dan tidak perlu banyak pertimbangan. langsung saja mulai. namun mulailah dari angka aman yang saya sebutkan diatas. Dari depan rumah kontrakan kakak anda mulailah berjualan yang sederhana. Misalnya, jualan ES JUICE aneka buah. Pinjam saja blender dari kakak anda. atau beli blender bekas seharga Rp 75.000 dan langsung saja mulai. Gunakan meja dan kursi pinjaman dari kakak Anda. Gunakan uang yang Rp 25.000 untuk memesan spanduk  ukuran 1 x 1 m. Nah, sisanya anda gunakan untuk mendaftar sebagai agent pulsa elektronik Rp 50.000, beli beberapa voucher fisik senilai Rp 50.000. Nah, sudah. langsung mulai saja. Dan yakinlah bahwa "nanti ditengah jalan akan ketemu jalan sambil bisnis terus berjalan". Satu hal penting yang ingin saya sampaikan adalah, bahwa "sesuatu yang kelihatannya tidak mungkin seringkali karena belum dicoba". Jadi kalau sekarang anda masih berpikir bisnis pulsa banyak pesaing, bisnis makanan udah banyak, bisnis persewaan sandal mana laku? dan lain sebagainya. Cobalah jalani dulu…….jangan sampai kita selalu dalam posisi "kalah sebelum berperang". Saya yakin anda akan sukses dimasa yang akan datang walaupun sekarang anda memulainya dari depan rumah kontrakan. 

Arianto M.B.
penulis buku Modal Dengkul Untung Sebakul

December 26, 2009

Selamat pagi Bapak Aryanto,
 
Senang berkenalan dengan anda dan saya sudah membaca buku anda "Modal Dengkul Untung Sebakul" sangat ringan dicerna di otak, pemaparan kata-kata yang lugas tanpa tendeng aling-aling, mudah dipahami dan dimengerti. Sampai saya beli 2 kenapa begitu ? satu untuk saya sebagai pegangan dalam menjalankan bisnis yang satu saya beri kepada ibu saya karena orang tua selalu ingin anaknya menjadi pegawai negeri jadi mind set seperti itu saya mau rubah dan saya berikan ibu buku yang bapak buat… Ya.. untuk saya ini ada perubahan dalam pikiran ibu saya.. Dan saya ucapkan dari hati yang dalam buku ini sangat BRILIAN..
Read More

September 4, 2009

Assalamualaikum.

Salam kenal. mau konsultasi nih pak !

Tahun depan saya akan lulus pesantren yang setara dengan tingkat SMA. Rencananya saya mau menunda kuliah saya satu tahun setelah kelulusan,dengan berbagai alasan dan pertimbangan diantaranya adalah berbisnis untuk biaya kuliah dalam arti;saya ingin sedikit mandiri dan tidak membebani orang tua saya. inspirasi ini saya dapatkan setelah saya membaca buku-buku bapak diantaranya yang berjudul: "MODAL DENGKUL UNTUNG SEBAKUL". Adapun rencana bisnis saya adalah membuka bisnis makanan ringan sejenis sale pisang, kripik dll, yang akan didistribusikan ke warung-warung. Yang akan saya konsultasikan adalah :

Read More

August 28, 2009

Pertanyaan:

Mas Arianto mau nanya dong,.. kan ibu saya baru buka warung makan di semarang dengan segmentasi pasar mahasiswa apa yang hrs dilakukan utk thap awal ini?

tengkyu
Irwan

Jawaban:

Selamat ya….., untuk bisa sukses usaha warung makan dengan segmentasi pasar mahasiswa ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

1. Pastikan harga murah meriah. para mahasiswa sangat menyukai makan diwarung yang memiliki kesan murah meriah. misalnya, hanya dengan uang rp.5000, mereka sudah bisa makan sepiring nasi dengan lauk pauk seperti sayur, tempe dan tahu atau nasi plus telor dadar atau telor ceplok. Jika anda bisa membuat warung makan dengan paket-paket murah meriah seperti ini saya yakin para mahasiswa/ i akan menyerbu warung makan anda. memang, keuntungannya menjadi sedikit, namun jika jumlah yang beli banyak maka nilai keuntungan per-hari nya juga menjadi besar juga

2.  Layani mereka layaknya keluarga sendiri. kebanyakan mahasiswa/i adalah para perantauan yang jauh dari orang tua. jadi mereka akan sangat senang jika kita bisa melayani mereka dengan "hati" dan memperlakukan mereka seperti keluarga sendiri. Artinya, ibu anda selaku pemilik warung makan harus bisa memperlakukan para mahasiswa/i yang makan ditempat anda dengan penuh kelembutan dan kasih sayang seperti sedang melayani anak sendiri. ini akan membuat warung makan anda bisa memiliki banyak pelanggan setia.

3. Berikan diskon setiap tanggal tua. siapkan sebuah spanduk yang "hanya" anda pasang pada tanggal-tanggal tua dimana pada tanggal-tanggal tersebut kebanyakan mahasiswa/i "hampir" kehabisan uang saku. ya..anda boleh tetapkan tiap tanggal 25-31 adalah minggu diskon di warung makan anda. katakanlah dari harga rp.5000 / porsi turun menjadi rp.3500/ porsi tiap tanggal tersebut. menurut saya ini strategi promosi yang sangat effektif.

4.Terapkan sistem prasmanan. mahasiswa/i juga senang makan dengan mengambil sendiri. terapkan sistem prasmanan. siapkan nasi, sayur dan lauk pauk di etalase warung makan anda. dan biarkan mereka mengambil sendiri makanan tersebut. setelah mengambil makanan dan lauk pauk anda bisa langsung menghitungnya dan sebaiknya mereka bayar dahulu baru makan. tentu saja anda juga bisa menyediakan lauk pauk yang lain seperti ikan, ayam, daging sapi, dll. yang harganya tentu saja berbeda dengan tahu dan tempe.

menurut saya itu beberapa strategi yang bisa dijalankan untuk tahap awal. Semoga sukses !!!

Arianto MB
penulis buku Modal Dengkul Untung Sebakul

August 24, 2009

Salam,

Sebelumnya perkenalkan nama saya Ahmad Suja’i dari Depok.
Saat ini saya sedang bingung akan memulai bisnis. Saya bekerja di sebuah perusahaan swasta. Namun, saya tidak ingin selamanya menjadi karyawan. Saya punya rencana untuk membuka usaha sampingan jual ikan hias dan perlengkapanya. Pertimbangan saya karena memang saya memiliki hobi memelihara ikan hias.

Namun, yang membuat saya bimbang, apakah bisnis ini bisa diandalkan jika kelak saya keluar dari tempat kerja saya? Mohon sarannya.Bagaimana pula tip dan trik memilih bisnis sampingan? Apa saja yang harus dipertimbangkan?


 
Read More

July 24, 2009

Sore Pak Ariyanto

Perkenalkan nama saya Dede. Saya seorang pegawai swasta di salah satu perusahaan asing. Saya baru bekerja sekitar 4 bulan. Penghasilan saya sebagai seorang pegawai swasta 2,6 juta per bulan.
Akhir – akhir ini saya sering membaca buku-buku tentang bisnis & enterpreunership termasuk buku anda yang berjudul Modal Dengkul Untung Sebakul. Sekarang pikiran saya mulai terbuka, saya mulai sadar bahwa akan sangat sulit bagi saya untuk dapat kaya hanya dengan menjadi pegawai (bekerja kepada orang lain).

Saya mulai berpikir untuk membangun bisnis sendiri yaitu dengan membuka warung bakso. Tapi masalahnya untuk sementara saya tidak mau meninggalkan pekerjaan yang sekarang. Saya mau membuka warung bakso tapi juga masih sambil bekerja di tempat saya yang sekarang (menjadi pegawai).
Yang menjadi pertanyaan saya :

1. Bisakah saya membuka warung bakso tapi saya tidak terjun setiap hari di bisnis saya tersebut?
2. Bagaimana cara membuat sistemnya sehingga pegawai-pegawai saya bekerja untuk sistem tanpa harus dipantau tiap hari oleh saya?
3. Kira-kira berapa modal minimal untuk membuka warung bakso dengan sistem yang sudah bagus?
 
Terima Kasih
Dede
 
Jawaban

Hallo pak Dede…terimakasih atas pertanyaannya dan terimakasih juga sudah membaca buku saya yang berjudul "Modal Dengkul untung Sebakul" semoga isi buku tersebut membawa manfaat dan perubahan yang besar para kehidupan bapak dimasa yang akan datang. Sehubungan dengan pertanyaan bapak:

1. Bisakah saya membuka warung bakso tapi saya tidak terjun setiap hari di bisnis saya tersebut?

Tentu saja bisa Pak. Dan bahkan saya sarankan jika suatu saat nanti usaha bapak sudah berjalan baik dan sistem yang diterapkan sudah bisa berjalan tanpa membutuhkan "keterlibatan" bapak secara fisik, sebaiknya bapak tidak berlama-lama "nongkrongin" usaha tersebut. karena pada kenyataannya banyak pengusaha yang bisnisnya tidak maju-maju karena pemiliknya terjebak dalam rutinitas pekerjaan yang sebetulnya sudah bisa dikerjakan oleh orang lain. namun untuk tahap awal saya sarankan bapak untuk terus memantau perkembangan bisnis bapak secara langsung. Setidaknya selama 3-6 bulan pertama. bapak harus pastikan bahwa orang-orang kepercayaan bapak bisa menjalankan tugas dan kwajibannya dengan baik dan benar. bapak juga harus mematikan bahwa staff bapak sudah membelanjakan atau membeli bahan baku produksi sesuai dengan ketentuan resep yang bapak miliki. Sebisa mungkin bapak pantau agar tidak terjadi penyelewengan. terutama penyelewengan dibidang produksi. karena bisnis makanan adalah bisnis yang mengutamakan cita rasa. jadi jika bapak sudah memiliki resep masakan yang bagus, bapak harus memantau apakah resep tersebut sudah dijalankan dengan benar oleh orang-orang kepercayaan bapak.  nah, setelah usaha berjalan 3-6 bulan dan semua staff bapak bisa dipercaya, bapak cukup memantaunya saja. tidak perlu datang setiap hari. dan pada saat itulah tugas bapak tidak lagi menjalankan bisnis namun memikirkan bagaimana agar bisnis tersebut bisa berkembang pesat. jika bapak terus menerus dan bahkan bertahun-tahun terjebak dalam rutinitas berjualan setiap hari, maka usaha bapak akan sulit berkembang karena tidak ada yang memikirkan untuk mengembangkan usaha tersebut.

2. Bagaimana cara membuat sistemnya sehingga pegawai2 saya bekerja untuk sistem tanpa harus dipantau tiap hari oleh saya?

Caranya adalah dengan mendelegasikan wewenang secara bertahap kepada orang-orang kepercayaan bapak. jadi misalnya saat ini bapak sendiri yang menjalankan semua aktivitas usaha, mulai dari berbelanja ke pasar, memasak, berjualan dan bahkan hingga pembukuan. maka mulailah bapak serahkan sebagian aktivitas bapak kepada staff kepercayaan bapak. misalnya, serahkan urusan belanja kepasar ke staff yang bapak percaya. dan kemudian tugas bapak cukup melakukan kontrol atas apa saja yang sudah dibeli oleh staff bapak. Apakah sesuai dengan standart bahan baku yang sudah bapak tentukan. nah, kemudian dalam hal penjualan, jika selama ini bapak berjualan sendiri, maka segera tinggal aktivitas itu dan kemudian serahkan kegiatan menjual kepada staff bapak. Kemudian bapak tinggal memantaunya. berikan kepercayaan kepada staff bapak secara bertahap. jadi misalnya, total belanja bahan baku bapak adalah 300 ribu perhari, maka mulailah dengan memberi keprcayaan staff bapak untuk berbelanja tak lebih dari 100 ribu perhari dan jika tidak ada masalah, bapak bisa menambahkan lagi jumlah "uang" dan keprcayaan kepada staff bapak.  dengan cara seperti itu lambat lun staff bapak akan mampu bekerja berdasarkan sistem yang bapak bangun. dan jika sistem sudah berjalan, maka sistem lah yang akan bekerja pada bapak.

3. Kira-kira berapa modal minimal untuk membuka warung bakso dengan sistem yang sudah bagus?

jika bapak betul-betul baru memulai bisnis, saya sarankan mulailah dari modal yang paling kecil. Menurut saya untuk bisa memulai berjualan bakso, bapak cukup menyediakan modal sebesar 3.000.000 untuk membeli peralatan dan sekaligus bahan baku untuk beberapa hari pertama. tentu saja itu diluar biaya sewa tempat, renovasi tempat dan lain sebagainya. Dan jika yang bapak inginkan berjualan dengan gerobak, maka uang sebesar itu juga sudah cukup untuk memulainya. saran saya, jika saat ini bapak memiliki uang sebesar 10 juta, gunakan saja yang 5 juta untuk modal usaha. sisanya bapak simpan sebagai dana cadangan ketika usaha bapak belum membuahkan hasil pada beberapa hari pertama. Apakah uang 5 juta cukup ?. iya, jika bapak menggunakan prinsip kebutuhan menyesuaikan dengan modal saya kira uang 5 juta lebih dari cukup untuk memulai. kecuali jika prinsip bapak adalah modal menyesuaikan dengan kebutuhan. jika prinsip ini yang bapak pakai, mungkin uang 20 juta juga tidak cukup.

Oke pak sementara ini dulu jawaban saya. silakan hubungi saya lagi jika ada hal-hal lain yang ingin ditanyakan. Salam Sukses!!!

Ariyanto m.b.

Jakarta, 23 Juli 2009

April 14, 2009

Assalamualaikum mas, maaf saking semangatnya sampai lupa namanya.
   
Saya tertarik diskusi lewat email ini setelah baca buku anda yang berjudul Modal Dengkul Untung Sebakul…
Sebelumnya saya mengira buku itu sama kaya buku yang lain, paling teori doank, cuma cari kesempatan bikin buku serupa, dll…tapi setelah saya baca, wow…bener2 menginspirasi saya dan membangkitkan semangat dan cita2 saya sejak dulu..sangat mudah di cerna dan aplikatif.

oiya perkenalkan dulu nama saya Fathony, mahasiswa arsitektur semester 8 Universitas Negeri di Surakarta. Saya lumayan berprestasi di dunia arsitektur, dua kali sayembara selalu masuk 3 besar tingkat nasional. tetapi ada keinginan lain yang saya pendam sejak dulu.

Saya mencintai dunia arsitektur dan menjadikannya bagian dari kepribadian saya, bukan sekedar sebagai mata pencarian di kemudian hari. Terus terang, sehebat apapun saya jadi arsitek, saya tetap ingin jadi wirausahawan di kemudian hari yang ga harus melulu berkaitan dengan arsitektur. Menurut saya, wirausaha itu menyenangkan, seperti permainan. Kalo menang kita untung besar, kalo kalah kita rugi dan bisa memulai "permainan" lagi.

    yang ingin saya tanyakan, bisnis apa yang cocok bagi saya dengan keadaan2 sebagai berikut:

    1. Saya sangat hoby memancing
    2. suka menulis
    3. banyak temen
    4. rumah saya di desa
    5. komputer rusak
    6. suka bicara
    7. sekarang hanya ada uang bebas 100ribu doank.
    8. ada motor
    9. saya aktif di parpol tingkat DPC

Fathony

Jawaban

Mas Fathony….
 
Apapun pendidikan Anda saat ini. Pada intinya setelah lulus kuliah nanti Anda dituntut untuk bisa memiliki penghasilan sendiri. Artinya nantinya Anda sudah tidak lagi bisa mengharapkan subsidi dan bantuan "dana hidup" darimanapun termasuk dari orang tua Anda. Oleh karena itu, saat inilah saatnya Anda untuk merintis penciptaan "mesin-mesin uang"  bagi diri Anda. Jika 2 atau 3 tahun lagi Anda ingin memiliki penghasilan sebesar 3 hingga 10 juta per bulan, maka sekaranglah saatnya Anda merintis untuk menuju ke penghasilan yang Anda harapkan tersebut. Jadi jangan menunggu Anda lulus kuliah dan kemudian 2-3 tahun lagi Anda baru memulai usaha Anda menciptakan "mesin uang". Yah, saran saya mulailah dari yang bisa Anda lakukan, mulailah dari yang ada dan mulai saat ini juga.
 
kalau memang dunia arsitektur sangat Anda "cintai" kenapa Anda tidak berkiprah saja dibidang itu. Ada beberapa jalur yang bisa Anda pilih, yaitu bekerja (sebagai karyawan) di sebuah perusahaan di bidang arsitektur, atau Anda bisa menjadi arsitektur profesional yang  mandiri (tanpa bekerja di perusahaan arsitektur orang lain) dan pilihan terakhir yang sangat saya sarankan adalah anda memiliki usaha sendiri dibidang arsitektur. Untuk memulainya Anda tidak perlu menyewa sebuah ruko yang dilengkapi dengan AC yang "dingin", Anda tidak perlu menggaji puluhan karyawan untuk membantu Anda dan Anda juga tidak perlu memberi berbagai peralatan usaha. Yang perlu Anda lakukan saat ini (dalam masa perintisan awal) adalah mencari kenalan arsitek-arsitek senior yang sudah sukses dibidangnya. Cobalah cari  kenalan seorang arsitek sukses di kota Anda. Kemudian tawarkan diri Anda (dengan berbagai kemampuan yang Anda miliki) untuk bergabung dengannya dalam status magang atau status apapun yang bisa membuat Anda diterima disana. Jika perlu jangan dulu mengharapkan gaji. Dalam rangka "belajar" berkorban saja dengan bekerja tanpa digaji. Yang penting Anda bisa masuk dalam lingkungan usaha dan profesi seorang arsitek yang sukses. Paling-paling Anda hanya butuh modal buat menelpon atau membeli majalah-majalah arsitektur. Cari profil arsitek sukses dan berusahalah untuk berkenalan dengannya. Jika melihat profil Anda yang punya motor, suka bicara, suka ber-organisasi dan banyak teman saya yakin Anda dengan mudah bisa mendapatkan profil berikut kontak person arsitek top di kota Anda.
 
Kenapa saya sarankan Anda bergabung pada arsitek top?. Yah, karena jika kita ingin sukses, maka kita harus bergaul dengan orang-orang sukses. Agar paradigma, pola pikir dan sikap mental kita bisa seperti mereka. dan itu membutuhkan kebiasaan, Dan kebiasaan bisa dibangun dengan terjun langsung bergaul bersama mereka. Dengan bergaul bersama mereka, Anda bisa mempelajari bagaimana ia mencari teman, bagaimana ia menciptakan penghasilan, bagaimana ia bekerja profesional, bagaimana ia menjalani hidup sehari-hari, bagaimana ia berdisiplin waktu dan bekerja keras. Itu semua akan sangat  bermanfaat bagi Anda.
 
Setelah Anda bergaul dan belajar dari mereka yang sudah sukses, Anda harus segera mencoba untuk mandiri (tidak terjebak pada keinginan untuk terus menerus ikut orang lain). Mulailah mendirikan sebuah perusahaan dalam bentuk perorangan, firma atau CV. Langsung saja tetapkan diri Anda sebagai Direktur di perusahaan Anda sendiri dan sebarkan kartu nama Anda kepada orang lain. Anda tidak perlu minder walaupun perusahaan Anda masih kecil dan diperusahaan tersebut baru Anda sendiri yang bekerja sebagai Direktur merangkap karyawan. Nah, strategi selanjutnya  adalah Anda dekati para pengusaha yang memulai bisnisnya dari NOL dan saat ini memiliki kantor yang cukup representatif. Perkenalkan diri Anda dan kemampuan Anda kepada mereka. Dan terus teraslah Anda memiliki konsep bisnis dan kemampuan dibidang arsitektur namun memiliki kendala tidak memiliki tempat usaha. Mintalah agar perusahaan Anda bisa menjadi salah satu anak perusahaan dari pengusaha sukses tersebut. Dan untuk itu Anda bersedia memberikan bagi hasil yang layak kepada perusahaan induk. Saya yakin jika Anda terbuka dan yang Anda hubungi adalah pengusaha sukses yang memulai bisnisnya dari NOL mereka akan sangat mendukung dan membantu Anda. Salah satunya adalah dengan memberikan ijin kepada Anda untuk menggunakan "nama besar" perusahaannya untuk menaungi perusahaan Anda yang masih kecil. jadi dalam hal ini Anda akan mendapatkan keuntungan: 1. nama perusahaan Anda yang masih kecil akan terangkat dengan nama besar perusahaan yang dimiliki pengusaha sukses tersebut, 2. diri Anda akan terangkat karena Anda kenal baik dengan pengusaha besar tersebut, 3. Anda bisa menggunakan alamat perusahaan besar itu sebagai alamat perusahaan Anda, dengan demikian tanpa harus menyewa puluhan juta per bulan, Anda sudah bisa memiliki sebuah kantor yang representatif dan bergengsi.
 
Menurut saya itu saja dulu yang harus Anda jalankan. Setelah yang saya sampaikan Anda jalankan kita bisa diskusi lagi untuk langkah-langkah selanjutnya yang lebih kreatif dan inovatif. Selamat mencoba dan semoga sukses. Dan tak lupa saya ucapkan terimakasih atas apresiasinya yang positif atas buku "Modal Dengkul Untung Sebakul" 

Ariyanto MB

March 27, 2009

selamat pagi..
saya sangat senang skali mmbaca buku anda yang berjudul,"Modal Dengkul Untung Sebakul" .
saya mau nanya’ pak,..
apa langkah2 awal kita untuk menjadi seorang bisnisman. karena ini adalah cita2 saya,
tapi sampai sekarang saya merasa klo saya tidak punya bakat dalam hal ini.
mohon jawabannya.
terima kasih,,,,,

ivancavich@yahoo.com

Jawab:

Mas Ivan, terimakasih atas pertanyaannya. Kalau memang menjadi seorang business mas adalah cita-cita ada. tak ada kata lain yang bisa saya sampaikan kecuali wujudkan mulai sekarang. Banyak orang menganggap yang disebut business man  adalah mereka yang memiliki kantor besar dan karyawan banyak. Padahal sekecil apapun yang dilakukan, asalkan Anda  melakukan usaha, dan kemudian usaha Anda tersebut menghasilkan uang atau keuntungan bagi Anda dan Anda menjalankan kegiatan tersebut terus menerus maka Anda sudah bisa disebut sebagai business man.
 

Read More

February 11, 2009

Kepada Yth,
Bapak Ariyanto
di tempat

Dengan hormat,

Sebelumnya saya memperkenalkan diri, nama saya Eva. Saya sudah membaca buku bapak sehinga saya sangat tertarik untuk berkonsultasi melalui email ini. Saya ingin bertanya : "Saya sangat ingin sekali membuka usaha diluar dari kerjaan saya sehari-hari tapi saya tidak mempunyai modal karena saya baru saja membuka kantor Notaris. Kantor saya belum rame kliennya sehingga saya berniat mencari alternatif ekonomi lainnya. saya ingin membuka usaha di depan kantor saya karena masih ada teras yang lowong ukurannya 3X4 M tapi saya masih bingung kira-kira usaha apa yang bagus saya buka tetapi tidak menggangu rutinitas kantor saya. sebagi informasi tambahan kantor saya merupakan kantor yang saya sewa dengan mempunyai parkiran yang luas dan disebelah kantor saya ada mini market yang menjual kebutuhan sehari-hari, ada apotik, didepan kantor saya banyak depot jualan makanan, ada rental komputer/tempat Internetan, bengkel dan foto copy. Lokasi kantor saya tidak jauh dari perkantoran dan sekolah. Menurut bapak kira-kira usaha apa yang bagus saya buka dengan modal kecil tapi kedepannya dapat berkembang dan tidak cepat surut? atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih dan besar harapan saya cepat dapat jawaban.

Evadomi Massolo
Makasar

  Read More

January 20, 2009

Pertanyaan:
Melihat perkembangan daerah Kalimantan Tengah, saya berencana mendirikan usaha travel agent di kota Palangkaraya. Kiat-kiat apa yang harus saya lakukan sehingga bisnis saya ini sukses. Perijinan sedang saya urus.

Harjunis Sabri
junis_godiamond@xxxxx

Jawaban:
Menurut saya, bisnis travel agent juga cukup menjanjikan. terutama di kota-kota yang memiliki pertumbuhan ekonomi cukup bagus.Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk bisnis travel agent. Memang konsekwensi logisnya adalah pemain dibidang itu juga akan makin ketat dari hari kehari. Oleh karena itu dibutuhkan strategi jangka pendek dan jangka panjang yang harus direncanakan sejak awal bisnis dijalankan.

Read More

You can also sellect color codes via admin theme options

That is some options to demo for you.

X