Selamat pagi Bapak Aryanto,
 
Senang berkenalan dengan anda dan saya sudah membaca buku anda "Modal Dengkul Untung Sebakul" sangat ringan dicerna di otak, pemaparan kata-kata yang lugas tanpa tendeng aling-aling, mudah dipahami dan dimengerti. Sampai saya beli 2 kenapa begitu ? satu untuk saya sebagai pegangan dalam menjalankan bisnis yang satu saya beri kepada ibu saya karena orang tua selalu ingin anaknya menjadi pegawai negeri jadi mind set seperti itu saya mau rubah dan saya berikan ibu buku yang bapak buat… Ya.. untuk saya ini ada perubahan dalam pikiran ibu saya.. Dan saya ucapkan dari hati yang dalam buku ini sangat BRILIAN..
Selamat pagi Bapak Aryanto,
 
Senang berkenalan dengan anda dan saya sudah membaca buku anda "Modal dengkul untung sebakul" sangat ringan dicerna di otak, pemaparan kata-kata yang lugas tanpa tendeng aling-aling, mudah dipahami dan dimengerti. Sampai saya beli 2 kenapa begitu ? satu untuk saya sebagai pegangan dalam menjalankan bisnis yang satu saya beri kepada ibu saya karena orang tua selalu ingin anaknya menjadi pegawai negeri jadi mind set seperti itu saya mau rubah dan saya berikan ibu buku yang bapak buat… Ya.. untuk saya ini ada perubahan dalam pikiran ibu saya.. Dan saya ucapkan dari hati yang dalam buku ini sangat BRILIAN..
 
Ok… sampai lupa saya, nama saya Agung Putra berasal dari Bali tepatnya di Denpasar umur saya 33 tahun untuk sekarang saya masih bekerja sama Kakak Ipar yang bergerak di jasa pengiriman barang baik itu dalam maupun luar negeri, posisi saya sekarang adalah operasional gudang, namanya juga manusia Pak.. ingin ada perubahan jadi setelah saya membaca buku bapak terbuka inspirasi saya untuk mandiri.. walaupun ini belum 100% berdiri di atas kaki sendiri…
 
Nah… baru ini ada temen yang menawarkan tempat didaerah Kuta, Bali dan bingung mau di gunakan apa lantas saya bilang dipake untuk usaha pengiriman barang saja, teman saya menyediakan tempat untuk isi dalamnya saya yang menyiapkan dengan pembagian laba 60% untuk temen saya dan 40% untuk saya setelah di potong biaya operasional kantor. Rencananya akan ada Cargo, Agent Post serta Mungkin sudi kiranya bapak memberikan pemahaman kepada saya mengenai hal tersebut bagaimana semestinya.
 
Terima kasih,
 
Agung Putra

—–

Selamat pagi juga pak Agung
 
Terimakasih sudah membaca buku saya. Dan saya salut dengan upaya Anda untuk menjelaskan kepada orang tua Anda tentang prospek berkarir sebagai seorang pengusaha. Memberikan buku kepada orang tua memang salah satu caranya, namun cara yang paling efektif adalah Anda mencari teman seorang pengusaha yang seusia dengan Anda dan ia pada saat ini sudah sukses. Nah, ajak orang tua Anda jalan-jalan ketempat usaha pengusaha tersebut, biarkan orang tua Anda ngobrol langsung dengan pengusaha tersebut sambil menyaksikan sendiri, bahwa dengan menjadi pengusaha, kehidupan bisa menjadi lebih baik. pengusaha itu adalah bukti riilnya.
 
Suatu ketika memang kita harus bisa mandiri dan tidak tergantung kepada orang lain. Kita harus bebas berpikir dan bebas bertindak. Dan menjadi pengusaha mandiri adalah salah satunya. Namun saya sarankan Anda untuk mempersiapkan diri dari sekarang dan mulai merintis dari sekarang sekecil apapun bisnisnya. Mungkin saat ini Anda masih mengandalkan gaji dari bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. saran saya, sementara waktu Anda tetap bekerja sambil memulai merintis bisnis. Anda bisa berbisnis apa saja yang bisa anda kerjakan disela-sela waktu kerja Anda. Yang penting mudah dilakukan dan tidak menuntuk kehadiran Anda secara fisik setiap hari. Ya..anggap saja ini sebagai ajang pemanasan dan latihan bagi Anda. Namun pemasan dan latihan yang juga menghasilkan  uang tentunya.

Tentang penawaran tempat, jika memang lokasinya sangat strategis ambil saja. Namun menurut saya. Jika pihak lain hanya menyediakan tempat saja, angka bagi hasil 60% buat oemilik tempat menurut saya terlalu besar.  Yang paling pas adalah kebalikannya. Anda selaku pengelola 60% dan pemilik tempat 40% dengan catatan Anda tidak mendapatkan gaji bulanan dari pengelolaan usaha tersebut. Namun, jika Anda selaku pengelola usaha juga mendapatkan gaji bulanan, maka budget bagi hasil tempat sebaiknya cukup 20% saja. Dengan catatan si pemilik tempat pasif. Dia tidak bekerja hanya menyediakan tempat saja. memang, ini sifatnya kesepakatan saja Antara Anda dengan pemilik tempat. Tapi saya ada contoh teman saya belum lama ini membuka sebuah Restauran Chinees Food. Ia joint dengan orang yang memiliki rumah kosong. Nah, kemudian teman saya tersebut menawarkan saham sebesar 20% dari total modal kepada pemilik rumah tersebut. dan pemilik rumah tersebut mau. Kemudian teman saya melakukan renovasi rumah tersebut menjadi sebuah rumah makan yang cukup bagus dengan biaya sendiri. Nah, saat rumah makan tersebut ber-operasi, anak dari pemilik rumah ditawari untuk bekerja di restauran tersebut dengan sistem gaji bulanan. Maka si pemilik tempat berhak atas bagi hasil sebesar 20% (dari tempat yang dikerjasamakan) dan anak pemilik tempat dapat gaji bulanan sebagai karyawan di restauran tersebut. begitu juga dengan Anda. Selaku pemilik anda berhak atas deviden atau bagi hasil usaha. Namun jika Anda selaku pemilik juga merangkap sebagai pekerja di tempat usaha tersebut, Anda berhak mendapatkan gaji diluar bagi hasil tempat. Semoga bisa dimengerti.
 
Salam sukses…
 
Ariyanto M.B.
penulis buku Modal Dengkul Untung Sebakul