sadar-akber-yogya1
19/05/2015

Kita sudah sering dengar kata “bahagia itu sederhana”. Tapi, apakah kita sudah benar-benar menerapkannya? Sering kali kita kebingungan untuk memaknai kesederhanaan. Kita merasa belum siap untuk berpisah dengan beberapa hal yang menurut kita penting, tetapi sebenarnya tidak perlu.

Pada sesi “Hidup Sederhana untuk Bahagia” bersama Akademi Berbagi Yogyakarta, 10 Mei 2015 silam, Adjie Silarus menyarankan konsep “one in, two out”. Jadi, misalkan kita membeli satu buku baru, artinya kita harus siap melepaskan dua buku lama. Memang tidak mudah, tetapi bisa dilakukan.

Coba bayangkan, seberapa sering kita membaca ulang buku yang kita punya? Umumnya lebih banyak hanya bertengger saja di lemari, bukan? Tapi kalau kita lepaskan, baik disumbangkan ke panti asuhan atau dihadiahkan kepada teman, tentu buku-buku tersebut akan jauh lebih bermaknda dan bermanfaat.

Adjie menerapkan 3 poin penting dalam hal menerapkan keserhanaan. Pertama, seleksi tanpa ampun. Untuk apa mempertahankan benda-benda yang tidak lagi bermanfaat bagi kita? Kedua, tanamkan prinsip efisiensi. Untuk apa memiliki banyak barang jika yang digunakan itu-itu saja? Ketiga, tanyakan kepada diri sendiri, apakah barang yang dipertahankan benar-benar memberikan kebahagiaan sejati, atau kesenangan semu semata?

Ingatlah bahwa kesederhanaan memberikan kebebasan dan tambahan waktu luang. Kesederhanaan jugalah—bukan kemewahan—yang sebenarnya lebih mampu memberikan kenyamanan dan kebahagiaan dalam hidup.

happy
27/03/2015

“Banyak orang yang terlalu sibuk mengejar kesukseskan,
tapi tak punya cukup waktu untuk merasakan kebahagiaan.”
-Adjie Silarus-

Banyak orang mengeluh tentang kehidupan, masalah kebahagiaan. Sudah memiliki segala yang diinginkan tapi tetap saja merasa tidak senang. Selalu saja merasa ada yang kurang. Begitulah manusia, menginginkan banyak hal yang kadang tidak benar-benar kita butuhkan. Berharap bahagia akan datang setelah kita memiliki segalanya, tapi yang terjadi justru sebaliknya.

Sebenarnya, persoalan bahagia itu sederhana. Kuncinya ada di rasa syukur. Kita hanya perlu benar-benar mengerti apa yang kita butuhkan dan apa yang tidak. Lalu, meresapi dalam hati untuk menikmati dan mensyukuri yang sudah kita miliki. Hal itulah yang ditulis Adjie Silarus dalam buku Sadar Penuh Hadir Utuh. Melalui bukunya ini, Adjie mengungkapkan cara menciptakan bahagia melalui hal sederhana yang kita punya.

Ketika terjebak dalam kesibukan, waktu seakan tak pernah cukup sehingga sering kali kita lupa untuk diam sejenak dan bersyukur. Alhasil, kita selalu ingin mencari sesuatu yang lebih dan mengabaikan apa yang ada. Hidup rasanya dipenuhi tekanan dan bahagia pun hanya menjadi angan-angan.

Oleh karena itu, Adjie mengajak kita untuk menciptakan bahagia dengan kesederhanaan. Karena sesungguhnya kesederhanaan itu memberikan kebebasan sehingga hidup kita bebas dari beban. Jadi, mari kita mulai nikmati hal-hal kecil di sekeliling kita.


sadar-penuh-hadir-utuhAdjie Silarus mengajak kita untuk mulai mencipta—bukan mencari—kebahagiaan. Ia menjabarkan bahwa kebahagiaan bisa muncul dari hal-hal yang sederhana. Pastikan setelah menutup halaman terakhir buku Sadar Penuh Hadir Utuh, kita jadi manusia yang lebih bersyukur dan bahagia.

 

 

 

 

Sumber gambar: www.flickr.com/photos/camdiluv/4441155157/

You can also sellect color codes via admin theme options

That is some options to demo for you.

X