Ketika mendengar kata “Korea”, apa yang Anda pikirkan? Drama seri, boyband dan girlband, tempat wisata, makanan khas, atau budayanya? Ya, belakangan ini Korea—terutama Korea Selatan—cukup menarik perhatian masyarakat dunia. Begitu pula di Indonesia, kegemaran terhadap hal-hal yang berbau Korea pun semakin mewabah.

Sebagai sebuah negara, Korea sendiri adalah sebuah semenanjung yang berada di Asia Timur, di antara Tiongkok dan Jepang. Setelah Perang Dunia II, Korea terbagi menjadi dua negara, yakni Republik Korea (Korea Selatan) yang berhaluan demokratis dan Republik Rakyat Demokratik Korea (Korea Utara) yang berhaluan komunis.

Sejarah Korea bermula dari zaman Paleolitik Awal sampai dengan sekarang. Kebudayaan tembikar di Korea dimulai sekitar tahun 8000 SM, dan zaman neolitikum dimulai sebelum 6000 SM yang diikuti oleh zaman perunggu sekitar tahun 2500 SM. Kemudian, Kerajaan Gojoseon berdiri tahun 2333 SM. Baru pada abad ke-3 SM Korea mulai terbagi-bagi menjadi banyak wilayah kerajaan.

Budaya Tionghoa yang diimpor selama berabad-abad ikut berperan membentuk sistem sosial, dan norma berdasarkan konfusianisme, buddhisme, dan taoisme. Hasilnya adalah beragamnya bentuk manifestasi, akulturasi antara budaya asli Korea dan Tiongkok yang unik. Dari sini Korea berperan besar dalam mentransfer budaya yang maju ke Jepang.

Dalam budaya kontemporer, Korea dikenal akan tren Korean Wave yang dihasilkan menyebarnya popularitas budaya musik pop, film dan drama Korea, serta baru-baru ini tren video game dan B-Boy Korea.

Demam serial drama Korea saat ini sedang menjangkiti banyak remaja di Indonesia. Selain serial drama Korea, film-film dari Korea pun mulai masuk ke Indonesia dan memiliki penonton sendiri di Indonesia. Film Korea banyak mengangkat tema keluarga, cinta, dan persahabatan sehingga mudah diterima oleh penonton Indonesia.

Selain serial drama dan film, K-Pop pun digandrungi anak muda Indonesia. K-Pop yaitu jenis musik populer yang berasal dari Korea Selatan. Banyak artis dan kelompok musik pop Korea sudah menembus batas dalam negeri dan populer di mancanegara termasuk Indonesia.

Dalam bidang industri, Koreamulai menyusul negara-negara maju lainnya.Banyak perusahaan Korea berdiri di Indonesia. Perusahaan-perusahaan itu mulai mencari tenaga kerja yang memiliki kemampuan berbahasa Korea, peluang untuk karir yang menjanjikan terbuka lebar. Oleh karena itu mulai didirikan sekolah berbasiskan Korea di Jakarta, dengan keadaan seperti ini bukan tidak mungkin dua sampai tiga tahun ke depan bahasa Korea menjadi bahasa asing wajib mendampingi bahasa Inggris.

Untuk itu, keberadaan bahasa Korea pun mulai diperhitungkan. Tidak sedikit dari masyarakat kita yang mulai melirik bahasa Korea sebagai bahasa asing yang wajib dipelajari. Mengikuti kursus bahasa Korea mungkin menjadi alternatif yang paling tepat bagi Anda yang ingin mempelajarinya. Adapun sebagai panduan untuk belajar mandiri, kamus bahasa Korea bisa menjadi pelengkapnya.


kamus-lengkap-korea-indoKamus Lengkap Korea-Indonesia, Indonesia-Korea yang disusun Jeanie Rosandi adalah pegangan wajib bagi Anda yang ingin mempelajari bahasa Korea baik melalui kursus atau otodidak, bentuknya yang ringkas membuat kamus ini dapat selalu disisipkan ke dalam tas. Kamus ini juga dilengkapi oleh sistem bilangan dalam bahasa Korea, serta ungkapan-ungkapan penting dalam bahasa Korea yang sangat berguna untuk lebih memahami bahasa Korea.

 

 

 

 

Sumber foto: www.flickr.com/photos/laszlo-photo/387621136/