94_Dongeng_Binatang_TerbaikDi sebuah pohon tinggal Gaga gagak dan Tupi tupai yang bersahabat. Gaga sangat pemalas dan Tupi sangat rajin. Saat musim tanam tiba Tupi mengajak Gaga menanam jagung untuk cadangan musim kemarau. “Wah, malas ya. Kau saja yang menanam,” tolak Gaga. Karena Tupi senang bekerja, ia pun segera menanam sendiri pohon jagung di ladang.

Tiga bulan kemudian musim panen tiba. “Gaga, yuk kita petik jagung-jagung kita di ladang!” ajak Tupi. Tapi, lagi-lagi Gaga menjawabnya, “Wah, aku malas. Kau saja yang petik, ya.” Karena Tupi senang bekerja, ia pun memanen sendiri semua pohon jagung di ladang lalu membaginya dengan si Gaga. Hasil jagungnya kemudian ia bawa ke rumah pohonnya.

“Gaga cepat ambil hasil panenmu di ladang. Sebentar lagi turun hujan,” kata Tupi mengingatkan Gaga. “Wah, aku malas, nanti saja aku ambil,” kata Gaga dengan santai. Beberapa saat kemudian, hujan deras pun turun. Maka hanya dalam sekejap, air hujan itu menghanyutkan semua jagung miliki Gaga. Hiks, Gaga pun sedih dan menangis kecewa.

Hikmah teladan:
Kita akan banyak kehilangan karena kemalasan.

*****

Kisah di atas, hanyalah satu dari 94 dongeng yang terdapat dalam buku 94 Dongeng Binatang Terbaik yang ditulis oleh Nuri Mentari Dini.

Seperti kita ketahui, banyak sisi positif yang dapat kita petik dari sebuah dongeng. Selain hikmah-hikmah dalam cerita tersebut, sisi positif lain adalah membangun kecerdasan visual, budi pekerti, emosi, dan imajinasi anak, serta kedekatan antara orangtua dan anak.

Buku terbitan Transmedia ini berisi 94 dongeng terbaik dari dunia hewan yang bisa Anda ceritakan kepada sang buah hati menjelang tidurnya. Cerita tentang si rubah, si burung, si harimau, si tikus, hingga si landak ada di dalam buku ini.

Penasaran dengan kisah-kisahnya? Segera bacakan bukunya untuk si buah hati!