February 3, 2015

Di tengah derasnya arus informasi di era global seperti saat ini, pikiran kita sering kali terjebak oleh berbagai hal yang harus dilakukan. Belum selesai mengerjakan A, otak kita sudah melompat ke B, C, dan seterusnya—tapi tidak ada yang selesai dengan baik dan justru tertunda semua.

Dalam agama Buddha, kondisi ini dikenal dengan istilah “monkey mind”, yaitu ketidakmampuan mengendalikan pikiran untuk fokus kepada satu hal. Ibaratnya seperti monyet yang bergelayutan dari satu pohon ke pohon lainnya. Lalu, bagaimana cara mengendalikannya? Cukup dengan meditasi sederhana.

Di tengah kegiatan apa pun, coba pejamkan mata, lalu tarik dan embuskan napas sejenak. Rasakan kehadiran kita saat itu, di tempat itu. Pusatkan pikiran kepada satu hal yang—pada saat itu—merupakan prioritas, dan jadikan itu sebagai “jangkar”.

Jadi, misalkan Anda sedang mengerjakan sebuah tugas di komputer, hindarilah membuka multiple tabs yang sekiranya bisa menimbulkan distraksi. Baik disadari maupun tidak, notifikasi yang masuk pada laman komputer pun bisa menjadi pengganggu konsentrasi.

Bayangkan Anda sedang mengetik materi presentasi, lalu ada notifikasi surel masuk. Anda pun berpikir bahwa ada email penting dari atasan atau klien yang harus segera dilihat. Meskipun ternyata itu hanya iklan dari toko online langganan, tak jarang Anda tergoda untuk membuka tautan yang mengalihkan Anda ke laman baru, bukan? Hal seperti inilah yang menyebabkan kondisi monkey mind sehingga pikiran Anda terus mengembara tanpa tujuan yang jelas.

Trik lebih lanjut untuk mengendalikan monkey mind ini dapat Anda temukan di buku terbaru Adjie Silarus berjudul Sadar Penuh, Hadir Utuh yang akan segera terbit. Buku ini akan menemani Anda untuk melatih fokus sehingga dapat menjalani hidup ini dengan lebih utuh dan sempurna.

 

Foto oleh: unsplash.com