January 13, 2015

 

Jika mendengar kata “galau”, apa yang langsung terlintas di pikiranmu? Kata “galau” saat ini memang menjadi topik hangat di antara anak muda. Entah itu berhubungan dengan percintaan, pekerjaan, atau masalah hidup. Sebenarnya bagaimana awal mula kegalauan itu terjadi?

Setiap orang pasti memiliki masalah dalam hidupnya, dan tidak semuanya dapat dihadapi dengan baik. Ada kalanya kita frustrasi dan putus asa karena tidak menemukan jalan keluar. Dari sanalah kegalauan akan muncul dan justru akan memperburuk kehidupan jika kita berkutat di dalamnya.

Ya, kadang kita merasa bahwa hidup kita jauh lebih buruk dari orang lain. Kegagalan demi kegagalan sering kali ditemui. Berbeda dengan kehidupan orang lain yang biasanya terlihat lebih indah. Lalu terciptalah pikiran bahwa hidup ini tidak adil.

Eits, jangan dulu berpikiran seperti itu. Lihatlah di sekitar kita. Masih banyak orang yang mengalami kesulitan dalam hidupnya. Ketika kita galau memikirkan pekerjaan menumpuk di kantor, sadarilah bahwa ada orang di luar sana yang sering ditolak saat melamar pekerjaan. Atau ketika kita mengeluh kehabisan gadget seri terbaru, ingatlah bahwa masih banyak orang di luar sana yang tabah ketika tidak bisa makan 3x sehari. Lalu ketika kita mengeluh macet saat mengendarai mobil pribadi, lihatlah keluarga kecil yang menjadikan gerobak sederhana sebagai kendaraan sekaligus tempat tinggal.

Dari perbandingan itu, masihkah kita mengeluh atas apa yang kita miliki? Mari belajar bersyukur mulai dari sekarang. Memang terdengar klise dan sepele, tapi jika kita memaknai caranya bersyukur, pasti kita tidak akan merasa kekurangan. Selain itu, mulailah berpikir positif dalam memandang hidup karena hidup itu akan berjalan sesuai dengan apa yang kita pikirkan.

Contohnya saat kita ingin wawancara pekerjaan. Jika sudah panik dan tegang karena memikirkan kegagalan saat nanti wawancara, bukan tidak mungkin hal itu akan terjadi. Karena kita sudah pesimis terhadap kemampuan diri sendiri, otak pun mengirim sinyal kepada seluruh anggota tubuh untuk putus asa dan gagal. Ujung-ujungnya, kita tidak mendapatkan pekerjaan tersebut dan galau pun datang menghampiri.

Yuk, mulai bersyukur dan buang pikiran negatif tentang hidup ini. Kedua cara tersebut terbukti cukup ampuh untuk mengatasi rasa galau yang sering dihadapi. Hidup ini hanya akan terasa indah bila kita berpikir demikian.


no-more-galauSering merasa galau? Cari tahu penyebab dan tipnya dalam buku No More Galau dari Rico. Temukan solusi untuk melihat masalah kehidupan dari sudut pandang anak muda.