ImageBelajar Langsung dari Tukang Sulap di Gramedia Plaza Surabaya

Apa jadinya jika audiens malah yang melakukan sulap di depan pesulap dan audiens lain? Mengejutkan? Tentu saja.

Nah, itulah pemandangan menarik yang ditemui di Gramedia Plaza Surabaya pada Sabtu, 12 Desember 2009. Maxi, penulis buku “Membongkar Rahasia Sulap” mendapuk 5 orang audiens menjadi pesulap dadakan setelah sebelumnya diajari trik-trik sulap secara kilat. Kelima orang beruntung tersebut adalah audiens pertama yang langsung membeli buku “Membongkar Rahasia Sulap”selama talkshow berlangsung.
Trik menebak kartu, membaca isi kotak kartu, hingga membaca pikiran semuanya dipraktikkan dengan baik oleh para pesulap dadakan tersebut. Memang awalnya ada beberapa yang tampak malu-malu tapi dengan bantuan Maxi kelima orang tersebut akhirnya berhasil menyelesaikan pertunjukkannya. Dan mendapatkan hujan tepuk tangan dari pengunjung lain.

Tepat pukul 14.00 WIB, Maxi berkeliling di dalam toko buku Gramedia Plaza Surabaya sambil menunjukkan kebolehannya di hadapan para pengunjung. Canda tawa dan tepuk tangan audiens bertautan menjadikan suasana toko buku Gramedia Plaza Surabaya semakin meriah. Bermacam-macam sulap kartu dimainkan Maxi dengan penuh percaya diri. Hasilnya? Tak hanya anak-anak yang berebutan belajar langsung dari Maxi, bahkan saat acara telah berakhir ada seorang bapak yang menyesali terlambatnya dirinya sehingga tidak bisa melihat talkshow ini secara langsung. 

 
Image
 

 

Talkshow Sulap pun Berubah Menjadi Ajang Jumpa Fans di Gedung Perpustakaan Kota Malang

ImageMeski dapat dikatakan sebuah kota yang kecil, Malang, tak bisa diremehkan begitu saja. Antusias audiens yang mengunjungi Pesta Buku Malang di Gedung Perpustakaan Kota Malang menunjukkan hal tersebut. Talkshow “Membongkar Rahasia Sulap”yang sedianya dimulai pukul 19.00 WIB diundur hingga pukul 20.30 WIB karena Maxi—penulis buku ini—terjebak macet di Porong, Sidoarjo. Tapi, hal ini tidak mengurangi semangat audiens yang bahkan sudah datang sedari pukul 18.00 hanya untuk melihat dengan jelas pertunjukkan sulap dari Maxi.

Bahkan saat talkshow ini dimulai, yaitu pukul 20.30 WIB, tak hanya audiens yang sudah menunggu di depan panggung saja yang terlihat sangat bersemangat, beberapa pengunjung Gedung Perpustakaan Kota Malang yang sebelumnya sedang berkeliling pun ikut berkumpul di depan panggung juga. Maxi tak ingin kalah semangat dengan audiens. Trik-trik yang jarang diperlihatkan dalam pertunjukkannya, seperti melubangi uang kertas dengan pensil, membengkokkan sendok dan garpu, serta trik kartu menjadi trik primadona malam itu dan tentu saja dengan mudahnya memukau para pengunjung perpustakaan tersebut.

Hadiah segepok kartu gratis bagi 8 pembeli pertama menjadi pemicu keriuhan audiens yang berlomba-lomba membeli buku “Membongkar Rahasia Sulap”. Dan, dimulailah ajang jumpa fans di atas panggung. Audiens tak menyia-nyiakan kesempatan untuk meminta tandatangan Maxi dan berpose bersama. Tapi, jumpa fans tersebut tak berlangsung lama, saat Maxi kembali mengejutkan audiens dengan berbagai trik sulap andalannya. 

Masyarakat Malang sepertinya memang haus akan hiburan, buktinya saat talkshow ini berakhir sebagian besar audiens, terutama anak-anak, bertanya apakah esok hari masih ada acara talkshow “Membongkar Rahasia Sulap”lagi. Seorang anak, Dava (8 tahun) bahkan berkata bahwa dirinya akan mengajak beberapa temannya untuk turut serta jika memang acara talkshow ini masih ada esok harinya. Keriangan menutup rangkaian talkshow pada hari Sabtu, 12 Desember 2009 tersebut, setelah pada siang harinya Maxi membuat heboh Gramedia Plaza Surabaya.
 
“Tamu” yang Ikut Unjuk Kebolehan di Gramedia Delta Surabaya
 
  ImageDalam talkshow “Membongkar Rahasia Sulap”yang diadakan di Gramedia Delta Surabaya pada 13 Desember 2009, ada sesuatu yang tidak biasa terjadi. Saat Maxi sedang berkeliling toko buku Gramedia Delta Surabaya untuk unjuk kebolehan kepada para pengunjung, tiba-tiba ada sebuah keluarga yang ingin mendemostrasikan kebisaan buah hatinya. Nadya Halim (7 tahun) telah dibuka gelombang otak tengahnya sehingga si cantik ini bisa melihat menembus kain yang menutup matanya. Tak hanya tulisan, bahkan warna kartu pun dapat dia tebak dengan sempurna. Maxi pun mengundang Nadya Halim untuk berbagi panggung dengannya. Kartu 7 wajik merah berhasil ditebak dengan sempurna oleh gadis cilik ini. 

Maxi pun tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini untuk bertanya tentang metode yang digunakan pada diri Nadya. Ternyata orang tua Nadya membuka sebuah lembaga terkait pelatihan otak tengah dan Nadya menjadi lulusan pertama dari lembaga tersebut.

Seperti tak ingin kalah dengan kemampuan Nadya, Maxi pun kembali berkeliling Gramedia Delta Surabaya dan menyebarkan keajaiban di setiap trik-triknya. Trik menebak kartu lewat wajah pengunjung, menebak kartu di dalam kotak, dan membaca pikiran dikupas tuntas dalam talkshow yang berdurasi satu setengah jam tersebut. Pada talkshow yang dimulai pukul 12.30 WIB, satu-satunya audiens cewek cilik pemberani, bernama Karina (9 tahun) mencoba trik membaca pikiran. Ia berusaha menebak benda yang ditunjuk oleh audiens lain saat Karina memejamkan matanya. Dengan bantuan dari Maxi, cewek cantik ini pun berhasil menebak benda tersebut, sebuah laptop. Tepuk tangan pun bergemuruh di toko buku ini. Akhirnya, tepat pukul 14.00 WIB, talkshow pun berakhir, setelah Maxi membagikan goodie bag dari TransMedia Pustaka.

Serangkaian talkshow di Surabaya-Malang ini, membuktikan sulap bisa hadir di hadapan Anda kapan pun, di mana pun, dan lewat tangan siapa pun. Tentu saja, bagi Anda yang melewatkan talkshow “Membongkar Rahasia Sulap” ini tak perlu bersedih hati, semua trik yang dipraktikkan oleh Maxi terangkum lengkap di dalam buku “Membongkar Rahasia Sulap” terbitan TransMedia Pustaka.

Image