Bermain sulap bisa disajikan di mana pun dan dinikmati siapa pun, termasuk oleh anak-anak. Seperti pada talkshow “Membongkar Rahasia Sulap” di Gramedia Summarecon Mall Serpong Sabtu, 5 Desember 2009. Audiens anak-anak tampak mendominasi tempat duduk yang disediakan, tapi audiens remaja hingga dewasa pun tak kalah ramainya. 
  
Maxi, penulis buku “Membongkar Rahasia Sulap” berhasil menyihir audiens untuk bersama-sama berbagi kegembiraan, tawa, dan trik sulap pada sore itu. Dimulai dengan trik menebak huruf bersama seorang penonton yang mau dijadikan “teman” yaitu Kiki (23 tahun), kemudian Christopher (8 tahun) dan Kenny (7 tahun) yang dibuat tercengang dengan permainan kartu, ataupun Canna (18 tahun) dan Ibu Nita (35 tahun) yang gemetaran saat kartu yang dipilih ternyata sama dengan pilihan Maxi.

Talkshow yang dimulai pukul 14.00 ini berlangsung sangat meriah tatkala dengan lihainya Maxi menghilangkan koin di tangannya saat para penonton memfokuskan perhatian pada hilangnya tongkat sihir Maxi. Ataupun saat Maxi “menggoda” para penonton yang ingin membantu pertunjukan sulap tersebut. Kehadiran seorang bapak bernama Kanisius (52 tahun) yang ingin diajari trik menghilangkan tongkat sulap pun mengundang derai tawa penonton saat tongkat sulap tersebut tidak terselip pada telinga Kanisius dengan baik. Bahkan saat Maxi sedang memperlihatkan keahliannya bermain sulap ada beberapa anak yang mengendap-endap menuju belakang meja sulap demi mengetahui rahasia trik tersebut. Memang betul jika dikatakan bahwa permainan sulap dapat menghilangkan batasan umur, jenjang sosial, bahkan perbedaan gender. 

Temukan tawa, canda, dan berbagai trik sulap yang mudah dipraktikkan di buku “Membongkar Rahasia Sulap” terbitan TransMedia Pustaka.