October 19, 2015

Belanja online sudah menjadi kebiasaan dari perempuan perkotaan. Alasan kemudahan, kecepatan, dan aneka tawaran diskon menjadi daya tariknya. Terlebih bagi para pengguna kartu debit, kartu kredit, dan paypal—tinggal klik urusan belanja beres. Tapi…, jika tidak awas, pilihan antara keinginan dan kebutuhan pun bisa terlupakan.

 

kenapa perempuan harus cerdas mengatur keuangan

 

Memang tidak sesederhana itu untuk mengatur emosi keinginan. Setiap hari tawaran diskon dan iklan memapar pengguna secara teratur. Kabarnya, tiga kali terpapar iklan bisa membuat orang mengingat dan bisa memutuskan untuk beli. Tentu semua kembali pada diri masing-masing.

Dalam urusan belanja, jika sudah terbiasa konsumtif dan emosional memang menjadi perkara sulit. Semua serba tak terkontrol. Maka, besar pasak dari penghasilan pun turut menghantui.

Lalu, bagaimana cara mengatur keuangan? Ya, jika sudah mendarah daging alias jadi kebiasaan, teori dan saran apa pun soal pengaturan keuangan tentu tidak mempan. Saran yang paling standar adalah hanya ubah kebiasaan konsumtif, lakukan latihan bertahap, serta prioritaskan kebutuhan.

Membedakan antara kebutuhan dan keinginan sebenarnya mudah. Contohnya, saat tawaran iklan handphone terbaru dengan tampilan dan spesifikasi yang wah, cobalah bertanya pada diri sendiri, seberapa perlu benda ini kita miliki dan seberapa besar manfaatnya bagi kelanjaran kerja kita. Jika, sekadar mengikuti tren dan prestise maka sebaiknya langsung urungkan niat untuk memilikinya.  Benda tersebut bukanlah prioritas Anda.

Cara lain adalah dengan melakukan pencatatan dan pengaturan harian, bulanan, hingga tahunan. Untuk memudahnya, ada pula yang melakukan pengaturan keuangan dengan bantuan aplikasi Android/IOS. Misalnya, aplikasi Money Lover Expense Manager yang bermanfaat layaknya asisten keuangan pribadi, seperti dalam pengeluaran gaji, konsumsi, tagihan, hingga tabungan. Tinggal tugas Anda mengendalikan anggaran sesuai pos-pos yang direncanakan.

Bagi Anda para perempuan yang sering mengalami masalah dengan keuangan, ada baiknya juga menyimak pengalaman orang lain dan cara-cara menyelesaikan. Belajar dari kesalahan diri sendiri memang bagus, tetapi lebih bijak jika belajar kesalahan dari orang lain. Seperti kata Robert Kiyosaki, “Apabila Anda ingin pergi ke suatu tujuan, lebih baik cari orang yang sudah pernah sampai kesana.”

Nah, jika Anda ingin menyimak pengalaman aneka perempuan lajang, karier, berkeluarga dalam menghadapi masalah keuangan, buku Kenapa Perempuan Harus Cerdas Ngatur Keuangan?  bisa menjadi referensi yang bagus. Tidak hanya itu, pentingnya mengatur anggaran dan cara-cara cerdas mengatur keuangan pun dibahas tuntas oleh Yosephine Tyas, penulis buku ini.

Akhirnya, soal angka (uang) memang tidak bisa sekadar dibayangkan dalam kepala, tetap perlu diatur, dicatat, dan dikendalikan. Tidak mudah memang. Setidaknya melalui buku terbitan TransMedia Pustaka ini, banyak pengalaman dan saran-saran cerdas agar terhindar dari permasalahan uang. Silakan baca dan praktikkan.

 

image