Masih ingat dengan dongeng asal-usul Bunga Kemuning? Cerita rakyat asal Riau ini mengingatkan pada sebuah pesan moral agar kita dijauhkan dari sifat iri dan dengki. Kedua sifat itu bisa menghancurkan dan merusak persaudaraan. Berikut penggalan kisah tentang 10 putri raja dan perilaku mereka.

Masih ingat dengan dongeng asal-usul Bunga Kemuning? Cerita rakyat asal Riau ini mengingatkan pada sebuah pesan moral agar kita dijauhkan dari sifat iri dan dengki. Kedua sifat itu bisa menghancurkan dan merusak persaudaraan. Berikut penggalan kisah tentang 10 putri raja dan perilaku mereka.

Kesepuluh putri raja itu diberi sesuai nama-nama warna. Putri sulung bernama Putri Jambon dan adik-adiknya diberi nama Putiri Jingga, Nila, Hijau, Kelabu, Orange, Biru, Ungu, Merah Merona, dan teakhir Putri bungsu bernama Putri Kuning. Kesepuluh putri itu memiliki kesamaan pada kecantikkannya. Hanya saja si bungsulah yang memiliki sifat yang berbeda dengan putri-putri lainnya. Ia tidak manja dan tidak nakal.

Suatu saat sang Raja pergi meninggalkan istana. Sebelum pergi sang raja berkata, “Kalian ingin Ayah belikan apa, putri-putriku?” Langsung kesembilan putri raja itu meminta hadiah yang mahal-mahal dan mewah. Sementara putri Kuning memiliki permintaan yang berbeda, “Aku hanya ingin Ayahanda pulang dengan selamat.” Mendengar hal itu raja amat terharu.

Selang beberapa minggu, Raja pulang membawakan hadiah istimewa sebuah kalung indah berwarna hijau dan mahal untuk putri Kuning. Sontak, kesembilan putri langsung iri. Setelah Raja pergi, kesembilan putri itu memarahi dan memukul Putri Kuning itu. Ternyata pukulan tersebut mengakibatkan kematian Putri Kuning. Lalu mereka menguburkan jasad Putri Kuning di taman istana secara sembunyi-sembunyi. Selanjutnya, Putri Kuning dinyatakan hilang dari istana.

Di atas tempat Putri Kuning dikuburkan, kemudian tumbuh jenis tanaman bunga baru. Bentuk dan warna bunga itu seperti mengingatkan raja pada Putri Kuning. Bunganya putih kekuningan, wangi, daunnya bulat berkilau seperti kalung batu hijau. Batangnya seperti gaun Putri Kuning. Maka raja pun kemudian memberinya nama Bunga Kemuning.

Penggalan dongeng rakyat di atas dicuplik dari buku 101 Cerita Nusantara terbitan Transmedia. Buku ini berisi kumpulan dongeng, epos, fabel, legenda, mitos, dan sejarah. Buku yang disusun Tim Optima Pictures ini dibagi dalam cerita per daerah, dari Nagroe Aceh Darussalam hingga Papua. Buku yang dicetak fullcolour ini cocok untuk mendampingi buah hati Anda untuk memperkaya apresiasi sastra dan seni dan menumbuhkan minat baca.

—-
image : optima picture