Bisakah pendapatan bulanan yang pas-pasan disiasati dengan cara pintar? Jawabannya bisa iya dan tidak. Mengatur keuangan, terutama bagi yang sudah berkeluarga bukanlah perkara mudah. Beberapa konsultan finansial menganjurkan banyak hal dan tetap saja Anda perlu pola hidup sederhana— menambah penghasilan bulanan (di luar gaji bulanan) dan sebisa mungkin menghindari utang.

70 Financial Planning

Bisakah pendapatan bulanan yang pas-pasan disiasati dengan cara pintar? Jawabannya bisa iya dan tidak. Mengatur keuangan, terutama bagi yang sudah berkeluarga bukanlah perkara mudah. Beberapa konsultan finansial menganjurkan banyak hal dan tetap saja Anda perlu pola hidup sederhana— menambah penghasilan bulanan (di luar gaji bulanan) dan sebisa mungkin menghindari utang.

Menabung dan investasi mungkin hanya terpikirkan oleh para karyawan dengan gaji pas-pasan. Untuk melaksanakan ritual menabung terasa berat. Karena merasa selalu tidak cukup. Meski alasan ini terkesan klasik, tetapi memang nyatanya sulit diterapkan jika Anda kurang cerdik. Nah, urusan menabung baru dapat terlaksana jika ada rezeki lebih, seperti bonus atau menang kompetisi suatu lomba.  Benarkah demikian?

Mengatur keuangan dengan cara pintar memang bukan perkara mudah. Hal ini juga menyangkut pola hidup seseorang. Jika ingin mengubahnya, tentu kebiasaan-kebiasaan konsumtif dan keinginan yang bukan prioritas perlu dibiasakan untuk dihindari.

1. Hidup Sederhana

Jika, Anda karyawan dengan gaji pas-pas janganlah berkecil hati. Anda bisa menghemat makan pagi dan siang dengan membawa bekal dalam lima hari, sementara satu hari gunakan untuk makan di luar kantor.

Yang pasti, gaya hidup bisa menjebak hidup Anda dan tidak  akan membuat hidup sejahtera. Mungkin, quotes Warren Buffet ini bisa mengingatkan kita, “Jangan membeli sesuatu yang tidak betul-betul kamu butuhkan, dan ajari anakmu untuk melakukan dan berpikir hal yang sama.”

2. Hidup Sehat

Bersepeda ke kantor 2–3 kali seminggu mungkin bisa Anda lakukan. Selain sehat, Anda pun bisa berhemat beberapa liter bensin kendaraan atau ongkos ojek Anda.  Luangkan juga waktu 20 menit untuk berjalan kaki di pagi hari. Hindari stres agar Anda lebih sehat.

3. Menabung

Memaksakan kebiasaan menabung tidak selalu dimulai dengan 20% dari pendapatan bulanan Anda. Anda bisa memulai dengan mengumpulkan uang receh lima ratusan dan seribuan di kaleng biskuit atau bahkan galon air mineral yang tidak terpakai. Jangan sepelekan uang receh. Jika, Anda pernah membaca berita orang bisa membeli motor dari mengumpulkan uang recehan, mungkin Anda menjadi terinspirasi dan tergerak untuk melakukannya.

4. Berinvestasi

Belajar berinvestasi kini makin sederhana, untuk membuka rekening saham Anda bisa mulai dengan 1 juta.  Setahun lalu, pemerintah menggalakkan program “Ayo Menabung Saham”. Pelajari dan ambillah saham-saham yang aman dan lakukan dengan metode menabung (jangka panjang), bukan sebagai spekulan atau trader—kecuali Anda seorang yang  memiliki banyak waktu dan ahli  dalam bidang ini.

5. Menghindari Utang

Utang yang perlu dihindari adalah utang konsumtif. Utang konsumtif bisa berupa membeli barang-barang yang bukan prioritas dengan menggunakan kartu kredit atau sejenisnya.

Sementara utang untuk membeli rumah atau rumah toko sebagai investasi jangka panjang, sebaiknya dipikirkan lebih matang. Sebab idealnya cicilan bulanan rumah biasanya 30% dari pendapatan bulanan Anda.

6. Merencanakan  Liburan

Merencanakan cuti untuk berliburan di low season bisa dijadikan alternatif.  Ambillah jauh-jauh bulan, jika ingin mendapatkan tiket murah. Di sini banyak harga tiket pesawat dan hotel yang berdiskon.

7. Bijak Menggunakan Kartu Kredit

Kartu kredit bisa menjadi teman yang baik saat si pengguna bisa memakainya dengan bijak. Misalnya, dengan memanfaatkan promo dan poin hadiah dari kartu kredit. Cara ini bisa dijadikan sebagai trik berhemat.

Sejatinya kunci kesejahteraan ada pada perencanaan keuangan dan pola hidup sederhana. Mungkin, jika saat lajang, keuangan pribadi jor-joran maka kini saatnya menata dan melihat pentingnya pengaturan keuangan. Jika, Anda pernah mendengar cerita penghasilan pas-pasan tapi tetap bisa menabung, itulah hasil dari disiplin perencanaan keuangan.

mendadak hemat saat kepepetMelalui penerapan perencanaan keuangan, pola hidup sederhana, serta memiliki aset produktif menjadikan seseorang lebih memiliki ketahanan ketika terjadi perubahaan situasi ekonomi. Demikian penjelasan dari Budi Raharjo, CFP, penulis Mendadak Hemat Saat Kepepet. Buku ini memuat perhatian khusus perencanaan keuangan menyangkut pada keuangan pribadi, orang yang sudah berkeluarga, dan merencanakan dana pensiun. Banyak hal menarik dan inspiratif yang bisa pembaca pelajari mengenai perencanaan keuangan untuk lajang, keluarga, dan rencana hari tua.

 

image: www.entrepreneurshiplife.com