Ruang Konsultasi

Klinik Bisnis
Klinik Griya

Google Book Search


Search the full text of our books:


Kantor Cabang

Image
Home
Klinik Usaha
Mahasiswi Ingin Bisnis PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Selasa, 09 September 2008
Pertanyaan:

Yth Mas Ari,

Saya Vita (21 th), seorang mahasiswi ekstensi program sastra Inggris S1 di sebuah universitas negeri nomer wahid di kota Semarang. Akhir-akhir ini saya kepikiran buat bikin bisnis. Apalagi setelah membaca buku “Modal Dengkul, Untung Sebakul” saya semakin optimis untuk mulai. Terkait hal ini saya ada beberapa pertanyaan berikut

1. Bisa nggak ya menjalankan usaha denga modal tiga juta saja?
2. Saya lemah dalam mengatur keuangan, kira-kira apa yang harus saya lakukan?
3. Bisnis home industry (misalnya: jualan bahan baku bakso) kan semakin menjanjikan. Tapi, sayangnya orangtua saya nggak rela kalau anaknya yang lulus S1 tapi malah dagang bakso. Gimana ya?
4. Lalu, bagaimana pula menghitung keuangannya, akuntansi saya kan nggak bagus?

Mohon solusinya ya. Terima kasih.

Vita, Semarang
( Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya )




Selengkapnya...
 
Karyawan Ingin Jadi Pengusaha PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Senin, 08 September 2008
Pertanyaan:

Selamat siang,

Salam kenal Pak Ariyanto. Nama saya May (23 tahun), bekerja di sebuah perusahaan. Saya ingin meminta sedikit saran dari Anda. Saya sedang menyelesaikan membaca buku Anda yang berjudul “Modal Dengkul Untung Sebakul”, sangat menarik dan sangat mengena dengan kondisi yang saya hadapi sekarang.

Saat ini saya bekerja di sebuah perusahaan milik ayah teman saya dengan gaji pokok sesuai UMR daerah saya. Walaupun saya merasa itu tergolong cukup rendah tapi saya senang dengan pekerjaannya yakni di bagian administrasi. Sayangnya, sebulan setelah saya bekerja, rekan sekantor yang menangani bidang keuangan mengundurkan diri. Akibatnya, saya yang harus meng-handle job bagian administrasi dan keuangan. Ini mengakibatkan saya selalu pulang lebih dari jam kantor yang ditetapkan, dan akhirnya kondisi fisik saya pun menurun. Jika kondisi ini berlanjut terus-menerus tentu saja saya yang akan dirugikan.

Pertanyaan saya adalah:
1. Kira-kira apa alasan yang tepat untuk saya sampaikan pada atasan, agar ketika resign hubungan pertemanan dengan anaknya tidak terpengaruh?
2. Usaha apa yang bagus untuk saya jalankan dengan modal 5 juta? Saya juga sangat tertarik dengan waralaba, kira-kira yang bagus apa ya?

Mohon bantuannya Pak Ariyanto. Terima Kasih sebelumnya.

Meity K, Makasar ( Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya )


Jawaban:

Mbak Meity yang baik, memang salah satu cara untuk meraih “kebebasan” adalah dengan menjadi pengusaha (business owner) atau pekerja mandiri (self employee).  Karena dengan menjadi pengusaha, Anda akan bisa mendapatkan kebebasan waktu, kebebasan berpikir dan bahkan kebebasan finansial. Waktu Anda tidak lagi dibatasi oleh jam kantor yang ditetapkan perusahaan tempat Anda bekerja. Otak Anda bisa berpikir sebebas-bebasnya untuk melakukan kreatifitas yang Anda inginkan. Dan, penghasilan Anda juga tidak terbatas dari gaji bulanan yang selama ini Anda dapatkan secara tetap. Tapi, perlu saya sampaikan bahwa untuk menuju itu semua membutuhkan proses yang kadangkala “panjang” dan “berliku”.

Jadi, yang menjadi pertanyaan adalah seberapa siap Anda menjalani proses tersebut sebelum bisnis Anda sukses? Banyak orang ingin sukses tapi takut mengalami kegagalan. Padahal kegagalan-kegagalan itulah sebenarnya “jalan” menuju kesuksesan. Artinya jika Anda siap untuk “gagal” dan siap bangkit kembali ketika itu terjadi. Maka, sebenarnya kesuksesan hanyalah persoalan waktu saja.

Keputusan Anda untuk resign dari posisi karyawan dan kemudian ingin berbisnis sangat saya dukung. Namun, tentu saja Andalah yang paling berhak untuk memutuskan. Saya hanya sekadar memberikan masukan.
1. Alasan yang tepat untuk mengajukan resign ke atasan.
Menurut saya, jujur saja Anda sampaikan, bahwa Anda ingin mandiri dan ingin membuka usaha sendiri. Saya yakin jika atasan Anda adalah langsung pemilik usahanya (apalagi jika yang bersangkutan juga memiliki riwayat berbisnis dengan modal dengkul) keinginan Anda tersebut justru akan mendapatkan dukungan dan bahkan mungkin saja suatu saat Anda justru akan menjadi relasi bisnis mantan atasan Anda....(ini banyak terjadi lho). Dan, menurut saya ini tidak akan membawa pengaruh buruk terhadap hubungan Anda secara pribadi.

1. Usaha apa yang tepat dengan modal 5 juta
Beberapa prinsip sukses berbisnis adalah:
a. Menjawab kebutuhan
b. Memiliki segmentasi pasar yang luas
c. Anda (selaku pemilik) mencintai bisnis tersebut.
Nah, sekarang coba deh, di check list terlebih dlu, di mana Anda akan membuka usaha dan apa kira-kira kebutuhan paling banyak dilokasi tersebut. Misalnya, lingkungan di mana Anda ingin membuka usaha adalah lingkungan perkantoran maka usaha warung makan sangat potensial. Karena pangsa pasarnya sangat jelas dan luas. Dengan modal 5 juta saya rasa cukup buat Anda membuat sebuah gerobak/konter kecil dan beberapa set meja-kursi makan plus satu tenda kafe. Mulai saja dari makanan-makanan yang praktis dan tidak merepotkan. Seperti mi ayam, soto ayam, atau bakso.
Mulai saja dari yang paling mudah Anda jalankan dan Anda menyukai kegiatan tersebut. Yang penting saran saya. Sekecil apa pun usaha awal Anda:
a. Tetaplah bercita-cita besar bahwa suatu saat warung tenda Anda akan menjadi restauran besar.
b. Dari awal langsung saja Anda bikin nama/merk dagang.
c. Lakukan pencatatan keuangan secara rapi sejak hari pertama bisnis dijalankan.
d.Pisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha sejak awal usaha akan dijalankan.
e. Bikin kartu nama dan berikan kepada setiap orang yang Anda jumpai. Pede aja walaupun usaha Anda masih kecil.
f. Perluas pergaulan Anda dengan komunitas-komunitas pengusaha, karena kesuksesan Anda juga bergantung pada dengan siapa Anda bergaul sehari-hari. Jika Anda ingin jadi pengusaha, mulailah bergaul dengan para pengusaha sukses. Insya Allah Anda pun akan mengikuti kesuksesan mereka.

Selamat mencoba!!!

 
Memulai Bisnis dari Sekarang Hingga 2 tahun ke Depan PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Jumat, 22 Agustus 2008
Tanya Jawab Rubrik Konsultasi Bisnis
(Konsultan Bisnis: Ariyanto M.B.—penulis Modal Dengkul, Untung Sebakul)

Topik 1:
Ide Bisnis Untuk Karyawan Tambang

Pak Ariyanto saya Prasetya Kurniawan umur 19 tahun dan sangat tertarik dengan buku Anda  “Modal Dengkul, Untung Sebakul”. Saya seorang pekerja di sebuah perusahaan pertambangan di Kaltim. Hari demi hari saya, berjalan begini: 5 minggu di Balikpapan, 4 bulan di tambang, 2 minggu cuti, dan pulang ke Jawa.

Menurut Anda, bisnis apa ya yang cocok untuk saya? Saya mempunyai gaji  2,5 juta per bulan, saya mempunyai keinginan untuk membuka bisnis kaus, dan jaket yang disablon dengan gambar unit truck besar, atau gambar tambang yang menjadi ciri khas dari tambang tersebut, di tambang ada banyak sekali karyawan ± 1200 karyawan. Jujur saja, saya tidak selamanya pengen bekerja sebagai karyawan tambang. Bagaimana saya harus memulai bisnis ini, saya tidak mempunyai relasi, tidak punya informasi tentang bagaimana saya mendapatkan kaus, dan menyablonnya. Bagaimana ya Pak? Terima kasih salam sukses...

Prasetya Kurniawan
  Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya

Jawaban Topik 1:
Wah Anda ini termasuk orang hebat yang memiliki tekad dan kemauan kuat untuk maju dan berkembang. Di luar sana cukup banyak lho orang yang tidak memiliki keberanian seperti Anda. Yang pertama, saya salut karena Anda mau bekerja di tempat yang tidak semua orang mau melakukannya (di pertambangan yang jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota) dan yang kedua,  saya juga salut, karena Anda memiliki keinginan dan pemikiran untuk lebih mandiri dengan jalan berwirausaha di kemudian hari (walaupun saat ini sudah dalam kondisi “aman” secara finansial). Kedua hal itulah modal terbesar yang Anda miliki.

Dengan pola kerja seperti di atas, Anda sebenarnya bisa menjalankan dua jenis usaha sekaligus. Yaitu Anda berinvestasi ke sebuah usaha yang tidak membutuhkan kehadiran Anda secara fisik setiap hari. Anda bisa memilih beberapa jenis usaha yang tidak harus selalu Anda tungguin dan tidak perlu sering di kontrol oleh Anda. Dan yang kedua, Anda memanfaatkan waktu-waktu longgar di sela-sela pekerjaan ditambang untuk bekerja sambil berbisnis. Untuk usaha yang di tempat tinggal Anda pilihlah jenis-jenis usaha yang tidak terlalu rumit untuk dilakukan. Misalnya, jika tempat tinggal Anda di Jawa dekat dengan area kampus maka Anda bisa berinvestasi dengan membeli sebuah mesin cuci (tidak harus yang super canggih dan tidak harus baru) kemudian Anda buka usaha “Laundry Mahasiswa”. Anda bisa rekrut tetangga yang selama ini bekerja menjadi buruh cuci (mencuci baju dari rumah-ke rumah). Haruskan dengan sistem gaji??? Tidak harus!!! Ini disebabkan Anda bisa menerapkan sistem bagi hasil, di mana Anda sebagai pemilik order mendapatkan 40% dan yang mencuci dapat 60%. Itu jika dia mencucinya menggunakan mesin cuci yang Anda miliki. Nah, sekarang jika dia mencuci dirumahnya sendiri (pekerjaan dibawa pulang) maka bagi hasil 70% buat yang mencuci dan 30% buat Anda sudah cukup adil. Agar usaha tersebut berjalan lancar, Anda harus menerapkan sistem “jemput bola”, yaitu mengambil cucian ke kamar-kamar kost mahasiswa. Caranya???, cukup pasang papan nama/spanduk bertuliskan  “Terima Cuci Pakaian & Perlengkapan Mahasiswa/i” Cukup SMS barang kami ambil!!!  Nah, kemudian Anda juga harus memberikan service yang berbeda dengan tempat laundry lain. Misalnya, Anda ”mengampanyekan” bahwa bisnis Laundry Anda siap mencuci pakaian dan barang mahasiswa/i dalam kondisi apapun.  Cukup banyak kan, mahasiswa/i yang berbulan-bulan nggak pernah mencuci sprei atau sarung bantalnya?, nggak jarang juga mahasiswa/i yang hobby tracking hanya menaruh sepatu, celana dan baju penuh lumpur di pojok kamar mandi hingga baunya menyebar kemana-mana. Atau bahkan mereka yang hobi merendam pakaian kotor hingga berhari-hari tanpa dicuci  (mungkin karena sibuk kuliah ). Ini adalah kondisi riil yang jika kita mau ”jeli” penuh dengan peluang bisnis. Nah, mereka pasti nggak pede kalau harus ke tempat laundry umum  dan juga agak malas kalau terlanjur bau dan menumpuk. Inilah peluang yang harus Anda tangkap!!! Bisnis Laundry Mahasiswa sekadar contoh aja, Anda juga bisa  berbisnis yang lain seperti: Pusat Informasi Kost dan Kontrakan, Pengetikan Skripsi, Papper, dll (cukup bermodalkan 1 unit komputer + 1 printer seharga 1½ juta saja) dan masih banyak lagi ide bisnis yang lain. Jadi, Anda tinggal rekrut satu orang yang Anda percaya untuk mengurus bisnis tersebut. Dan, Anda tetap bisa tenang bekerja di pertambangan.

Ide Anda untuk berbisnis kaus bagi karyawan tambang memang bagus, tetapi menurut saya sifatnya hanya insidensial saja. Ya..., katakanlah, Anda memproduksi 1.000 kaus seperti yang Anda maksud. Saya juga optimis bahwa sebagian besar dari rekan-rekan kerja Anda mau membelinya. Namun, itu tidak bisa diharapkan mereka akan membeli dan terus membeli kaus Anda. Kecuali jika Anda selalu berinovasi membuat produk dengan logo dan gambar baru setiap 2-3 bulan sekali. Jika Anda serius, saya bisa hubungkan Anda dengan relasi saya yang selama ini memproduksi kaus. Anda tinggal pesan warna, gambar, dan ukurannya. Barang akan langsung dikirim ke alamat Anda. Namun, dari sisi bisnis, saya lebih menyarankan Anda juga memiliki usaha yang perputarannya modalnya cepat, carilah jenis produk yang membuat orang selalu butuh untuk melakukan pembelian secara berulang dan terus menerus. Misalnya, Anda mencari obat-obatan tradisional (herbal) khas dari Jawa yang kemudian Anda jual di lokasi pertambangan. Yah, semacam suplemen makanan lah. Yang bisa menunjang kemampuan fisik dan pikiran para pekerja. Saya yakin, jika produk ini yang Anda jual. Maka bisnis sampingan Anda akan lebih cepat berkembang dan cita-cita Anda untuk tidak selamanya bekerja di tambang akan lebih cepat tercapai.


--- Jakarta, 15 Agustus 2008 ---


Selengkapnya...
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 15 - 17 dari 17


Share |
                    
© 2008 transmediapustaka.com | Template by vonfio.de
© Powered by WebContent Division