|
Workshop Penulisan untuk Guru di Pesta Buku Murah Cilacap |
|
Rabu, 02 Juli 2008 |
Kali ini giliran kota Cilacap kedatangan para pekerja buku dari Jakarta. Workshop penulisan pun digelar dalam arena Pesta Buku Murah Cilacap 2008 dan masih menyasar untuk para guru. Tepatnya Sabtu, 28 Juni 2008, workshop penulisan ini dibawakan para manager Kelompok Agromedia. Dengan tujuan memotivasi para guru untuk menulis dan mengenali dunia penerbitan. Acara ini tergelar di Gedung Dwi Jaloka itu di mulai dari jam sepuluh pagi hingga empat sore.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Konsultasi Dunia Bisnis di Pesta Buku Jakarta |
|
Senin, 30 Juni 2008 |
Dunia wirausaha memang milik orang pemberani. Alias berani mengambil resiko. Keberanian muncul dari adanya ‘peluang ‘ dan ide-ide kreatif. Juga muncul dari keinginan untuk mewujudkan ide dan peluang tersebut dalam wujud yang nyata. Keberanian juga bisa muncul dari pengalaman dan pengetahuan yang luas dalam hal bisnis.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Menghilangkan Lemak, Bukan Menghilangkan Berat Badan |
|
Minggu, 29 Juni 2008 |
Siapa pun, terutama wanita, tentu menginginkan bentuk tubuh yang ideal. Ya, itulah ungkapan pertama yang diucapkan Dr. Phaidon dalam talkshow bukunya yang berjudul Fat Loss not Weight Loss di Panggung Utama Pesta Buku Jakarta 2008. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Mari Kembali ke Pesta Buku Jakarta |
|
Minggu, 29 Juni 2008 |
Minggu, 28 Juni 2008 Inilah perayaan besar tiap tahunan yang diikuti puluhan penerbit buku di Jakarta Book Fair. Pesta Buku Jakarta kali ini digelar mulai 28 Juni hingga 6 Juli 2008. Ada beraneka ragam event, dari bedah buku, klinik buku, temu penulis, perang diskon, buku murah, lomba mewarnai, buku bekas, hingga buku-buku eksklutif bernilai jutaan rupiah tersaji di lantai Istora Senayan Jakarta.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Tionghoa dalam Pusaran Politik |
|
Jumat, 27 Juni 2008 |
 Jauh
sebelum orde baru, diskriminasi dan peminggiran kaum Tionghoa di
Indonesia telah terjadi. Bermula sejak penjajah Belanda mencium bau
keharmonisan antara penduduk pribumi dengan etnis Tionghoa. Belanda
menyebut kedekatan mereka sebagai "duri." Lewat politik devide et
impera, aroma sengit yang berbau rasialis ditebarkan di antara penduduk
setempat dengan etnis Tionghoa. Alhasil, hubungan antar penduduk
setempat dengan etnis Tionghoa pun menegang dan merenggang. Bahkan sisa-sisanya masih terasa hingga kini.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Berikutnya > Akhir >>
|