Video Sulap

Ruang Konsultasi

Klinik Bisnis
Klinik Griya

Google Book Search


Search the full text of our books:


Lowongan

Apakah kebingungan lagi melanda kamu pas udah kelar kuliah? Nah, Guys, nggak usah bingung gitu, dong. Pokoknya nggak usah khawatir lagi, deh, soalnya kami dari TransMedia Pustaka—yang ada di dalam naungan Kelompok Agromedia—ngajakin kamu-kamu buat bergabung menjadi Reporter Griya dan Drafter. Syarat-syaratnya gampang banget, deh, klik di sini!

Kantor Cabang

Image
Home
Selamat datang di situs Penerbit TransMedia


BUKU BARU







Memilih Kamus Bergambar untuk Anak
Senin, 08 September 2008
ImageMengenalkan bahasa asing lewat paduan teks dan gambar adalah cara yang paling tepat untuk anak-anak. Biasanya orang tua akan memilih kamus bergambar sebagai pilihan utama untuk buah hatinya. Nah, sembari mendampingi anak-anak, orang tua bisa mengajak mereka belajar dalam suasana yang menyenangkan. Yang pasti memperkaya kosakata anak-anak sejak dini akan lebih awet teringat daripada saat dewasa.


Selengkapnya...
 
Memulai Bisnis dari Sekarang Hingga 2 tahun ke Depan
Jumat, 22 Agustus 2008
Tanya Jawab Rubrik Konsultasi Bisnis
(Konsultan Bisnis: Ariyanto M.B.—penulis Modal Dengkul, Untung Sebakul)

Topik 1:
Ide Bisnis Untuk Karyawan Tambang

Pak Ariyanto saya Prasetya Kurniawan umur 19 tahun dan sangat tertarik dengan buku Anda  “Modal Dengkul, Untung Sebakul”. Saya seorang pekerja di sebuah perusahaan pertambangan di Kaltim. Hari demi hari saya, berjalan begini: 5 minggu di Balikpapan, 4 bulan di tambang, 2 minggu cuti, dan pulang ke Jawa.

Menurut Anda, bisnis apa ya yang cocok untuk saya? Saya mempunyai gaji  2,5 juta per bulan, saya mempunyai keinginan untuk membuka bisnis kaus, dan jaket yang disablon dengan gambar unit truck besar, atau gambar tambang yang menjadi ciri khas dari tambang tersebut, di tambang ada banyak sekali karyawan ± 1200 karyawan. Jujur saja, saya tidak selamanya pengen bekerja sebagai karyawan tambang. Bagaimana saya harus memulai bisnis ini, saya tidak mempunyai relasi, tidak punya informasi tentang bagaimana saya mendapatkan kaus, dan menyablonnya. Bagaimana ya Pak? Terima kasih salam sukses...

Prasetya Kurniawan
  Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya

Jawaban Topik 1:
Wah Anda ini termasuk orang hebat yang memiliki tekad dan kemauan kuat untuk maju dan berkembang. Di luar sana cukup banyak lho orang yang tidak memiliki keberanian seperti Anda. Yang pertama, saya salut karena Anda mau bekerja di tempat yang tidak semua orang mau melakukannya (di pertambangan yang jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota) dan yang kedua,  saya juga salut, karena Anda memiliki keinginan dan pemikiran untuk lebih mandiri dengan jalan berwirausaha di kemudian hari (walaupun saat ini sudah dalam kondisi “aman” secara finansial). Kedua hal itulah modal terbesar yang Anda miliki.

Dengan pola kerja seperti di atas, Anda sebenarnya bisa menjalankan dua jenis usaha sekaligus. Yaitu Anda berinvestasi ke sebuah usaha yang tidak membutuhkan kehadiran Anda secara fisik setiap hari. Anda bisa memilih beberapa jenis usaha yang tidak harus selalu Anda tungguin dan tidak perlu sering di kontrol oleh Anda. Dan yang kedua, Anda memanfaatkan waktu-waktu longgar di sela-sela pekerjaan ditambang untuk bekerja sambil berbisnis. Untuk usaha yang di tempat tinggal Anda pilihlah jenis-jenis usaha yang tidak terlalu rumit untuk dilakukan. Misalnya, jika tempat tinggal Anda di Jawa dekat dengan area kampus maka Anda bisa berinvestasi dengan membeli sebuah mesin cuci (tidak harus yang super canggih dan tidak harus baru) kemudian Anda buka usaha “Laundry Mahasiswa”. Anda bisa rekrut tetangga yang selama ini bekerja menjadi buruh cuci (mencuci baju dari rumah-ke rumah). Haruskan dengan sistem gaji??? Tidak harus!!! Ini disebabkan Anda bisa menerapkan sistem bagi hasil, di mana Anda sebagai pemilik order mendapatkan 40% dan yang mencuci dapat 60%. Itu jika dia mencucinya menggunakan mesin cuci yang Anda miliki. Nah, sekarang jika dia mencuci dirumahnya sendiri (pekerjaan dibawa pulang) maka bagi hasil 70% buat yang mencuci dan 30% buat Anda sudah cukup adil. Agar usaha tersebut berjalan lancar, Anda harus menerapkan sistem “jemput bola”, yaitu mengambil cucian ke kamar-kamar kost mahasiswa. Caranya???, cukup pasang papan nama/spanduk bertuliskan  “Terima Cuci Pakaian & Perlengkapan Mahasiswa/i” Cukup SMS barang kami ambil!!!  Nah, kemudian Anda juga harus memberikan service yang berbeda dengan tempat laundry lain. Misalnya, Anda ”mengampanyekan” bahwa bisnis Laundry Anda siap mencuci pakaian dan barang mahasiswa/i dalam kondisi apapun.  Cukup banyak kan, mahasiswa/i yang berbulan-bulan nggak pernah mencuci sprei atau sarung bantalnya?, nggak jarang juga mahasiswa/i yang hobby tracking hanya menaruh sepatu, celana dan baju penuh lumpur di pojok kamar mandi hingga baunya menyebar kemana-mana. Atau bahkan mereka yang hobi merendam pakaian kotor hingga berhari-hari tanpa dicuci  (mungkin karena sibuk kuliah ). Ini adalah kondisi riil yang jika kita mau ”jeli” penuh dengan peluang bisnis. Nah, mereka pasti nggak pede kalau harus ke tempat laundry umum  dan juga agak malas kalau terlanjur bau dan menumpuk. Inilah peluang yang harus Anda tangkap!!! Bisnis Laundry Mahasiswa sekadar contoh aja, Anda juga bisa  berbisnis yang lain seperti: Pusat Informasi Kost dan Kontrakan, Pengetikan Skripsi, Papper, dll (cukup bermodalkan 1 unit komputer + 1 printer seharga 1½ juta saja) dan masih banyak lagi ide bisnis yang lain. Jadi, Anda tinggal rekrut satu orang yang Anda percaya untuk mengurus bisnis tersebut. Dan, Anda tetap bisa tenang bekerja di pertambangan.

Ide Anda untuk berbisnis kaus bagi karyawan tambang memang bagus, tetapi menurut saya sifatnya hanya insidensial saja. Ya..., katakanlah, Anda memproduksi 1.000 kaus seperti yang Anda maksud. Saya juga optimis bahwa sebagian besar dari rekan-rekan kerja Anda mau membelinya. Namun, itu tidak bisa diharapkan mereka akan membeli dan terus membeli kaus Anda. Kecuali jika Anda selalu berinovasi membuat produk dengan logo dan gambar baru setiap 2-3 bulan sekali. Jika Anda serius, saya bisa hubungkan Anda dengan relasi saya yang selama ini memproduksi kaus. Anda tinggal pesan warna, gambar, dan ukurannya. Barang akan langsung dikirim ke alamat Anda. Namun, dari sisi bisnis, saya lebih menyarankan Anda juga memiliki usaha yang perputarannya modalnya cepat, carilah jenis produk yang membuat orang selalu butuh untuk melakukan pembelian secara berulang dan terus menerus. Misalnya, Anda mencari obat-obatan tradisional (herbal) khas dari Jawa yang kemudian Anda jual di lokasi pertambangan. Yah, semacam suplemen makanan lah. Yang bisa menunjang kemampuan fisik dan pikiran para pekerja. Saya yakin, jika produk ini yang Anda jual. Maka bisnis sampingan Anda akan lebih cepat berkembang dan cita-cita Anda untuk tidak selamanya bekerja di tambang akan lebih cepat tercapai.


--- Jakarta, 15 Agustus 2008 ---


Selengkapnya...
 
Agar Lebih Siap Membangun Rumah
Senin, 11 Agustus 2008
ImageRumah, bukan hanya tempat berteduh, ruang istirahat, ataupun tempat bercengkrama dengan keluarga. Lebih dari itu, rumah bisa dimaknai sebagai tempat kembali. Kembali dari segala aktivitas kehidupan. Maka, kenyamanan dan kedamaian sebuah pun menjadi harapan bagi setiap orang yang punya rumah ataupun yang sedang merencanakan membangun rumah.


Selengkapnya...
 
Memilih Profesi Bisnis sebagai Panglima
Kamis, 31 Juli 2008
Ada yang menganggap wilayah bisnis hanya milik orang yang berbakat dagang. Sebenarnya formula kuno ini tidak sepenuhnya benar. Menurut Salim Kartono, CEO DRTV, pada hakikatnya sejak lahir manusia dituntut berjuang. Usaha dan perjuangan tidak jauh dari jalur bisnis. Siapapun Anda berhak memilih kesuksesan lewat bidang apapun, termasuk bidang bisnis.


Selengkapnya...
 
Memperkecil Risiko di Pasar Modal
Selasa, 29 Juli 2008
ImageAda dua pertimbangan penting agar sukses berinvestasi di bursa saham, yaitu pertimbangan rasional dan intuitif. Ada pula yang mendekati dengan tiga kecerdasan: intelektual, emosional, dan spiritual. Namun yang tidak kalah penting adalah menyimak dan mempelajari pengalamanpara pemain saham sukses dan analisis saham, seperti Warren Buffet, Peter Lynch, dan Benjamin Graham.


Selengkapnya...
 
<< Awal < Sebelumnya 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Berikutnya > Akhir >>

                    
© 2008 transmediapustaka.com | Template by vonfio.de
© Powered by WebContent Division