|
Melintas Batas dengan Sulap |
|
|
|
|
Selasa, 08 Desember 2009 |
Bermain sulap bisa disajikan di mana pun dan dinikmati siapa pun,
termasuk oleh anak-anak. Seperti pada talkshow “Membongkar Rahasia
Sulap” di Gramedia Summarecon Mall Serpong Sabtu, 5 Desember 2009.
Audiens anak-anak tampak mendominasi tempat duduk yang disediakan, tapi
audiens remaja hingga dewasa pun tak kalah ramainya.
Maxi, penulis buku “Membongkar Rahasia Sulap” berhasil menyihir audiens
untuk bersama-sama berbagi kegembiraan, tawa, dan trik sulap pada sore
itu. Dimulai dengan trik menebak huruf bersama seorang penonton yang
mau dijadikan “teman” yaitu Kiki (23 tahun), kemudian Christopher (8
tahun) dan Kenny (7 tahun) yang dibuat tercengang dengan permainan
kartu, ataupun Canna (18 tahun) dan Ibu Nita (35 tahun) yang gemetaran
saat kartu yang dipilih ternyata sama dengan pilihan Maxi.
Talkshow yang dimulai pukul 14.00 ini berlangsung sangat meriah tatkala
dengan lihainya Maxi menghilangkan koin di tangannya saat para penonton
memfokuskan perhatian pada hilangnya tongkat sihir Maxi. Ataupun saat
Maxi “menggoda” para penonton yang ingin membantu pertunjukan sulap
tersebut. Kehadiran seorang bapak bernama Kanisius (52 tahun) yang
ingin diajari trik menghilangkan tongkat sulap pun mengundang derai
tawa penonton saat tongkat sulap tersebut tidak terselip pada telinga
Kanisius dengan baik. Bahkan saat Maxi sedang memperlihatkan
keahliannya bermain sulap ada beberapa anak yang mengendap-endap menuju
belakang meja sulap demi mengetahui rahasia trik tersebut. Memang betul
jika dikatakan bahwa permainan sulap dapat menghilangkan batasan umur,
jenjang sosial, bahkan perbedaan gender.
Temukan tawa, canda, dan berbagai trik sulap yang mudah dipraktikkan di
buku “Membongkar Rahasia Sulap” terbitan TransMedia Pustaka.
|